'Beli Lokal', Cara Tokopedia-TikTok Shop Bikin UMKM Naik Kelas

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Tokopedia-TikTok Shop berupaya agar pelaku usaha dalam negeri bisa bertumbuh dan naik kelas di era digital. Salah satunya dengan membuat produk lokal bisa ditemukan dengan mudah oleh calon pembeli.

Melalui kampanye Beli Lokal, produk lokal yang belum dikenal akan lebih mudah untuk ditemukan. Selain itu, pelaku usaha juga bisa menjangkau pelanggan dengan berbagai cara, seperti konten kreatif, video pendek, hingga live shopping.

"Ketika produk lokal semakin mudah ditemukan, peluang untuk bertumbuh pun menjadi semakin besar," kata Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, dalam Perayaan Kolaborasi Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Dia juga menjelaskan bahwa pada semester I-2026, terdapat peningkatan lebih dari 50% pelaku usaha yang menjadi bagian dari Beli Lokal. Penjualannya juga terpantau positif, melompat 51% atau hampir 700 juta produk terjual.

"Selain itu, hampir 5 ribu pelaku usaha, kreator, dan afiliator turut mengikuti berbagai program pelatihan mengenai legalitas usaha serta peningkatan kapabilitas di berbagai daerah di Indonesia," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mengapresiasi kampanye yang dilakukan Tokopedia-TikTok Shop tersebut karena masyarakat menjadi lebih memahami bahwa produk lokal sama bagusnya dengan produk luar negeri.

Perayaan Kolaborasi Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, di Jakarta, Kamis (13/8/2026). (CNBC Indonesia/Novina)Perayaan Kolaborasi Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, di Jakarta, Kamis (13/8/2026). (CNBC Indonesia/Novina) Foto: (CNBC Indonesia/Novina)

Berdasarkan survei yang dilakukan kementerian, masyarakat pada dasarnya tidak pernah melihat asal produk, melainkan memilih berdasarkan harga dan kualitas.

"Tapi dengan adanya dukungan dan afirmasi dari TikTok Shop dan Tokopedia bahwa ini adalah produk lokal dan kita harus membeli lokal, ini membuka wawasan dan pemahaman masyarakat bahwa produk lokal juga bagus untuk dikonsumsi," ujar Temmy.

Potensi pendapatan pengusaha UMKM juga cukup besar. Hal ini mengingat capaian belanja masyarakat di platform digital mencapai Rp278 triliun selama kuartal II-2026, meningkat 30% dari kuartal sebelumnya.

"Artinya ini potensi luar biasa. Bayangkan kalau semua teman-teman UKM bisa mendapatkan porsi ini dalam bisnisnya. Untuk itu, kami mendorong agar kemitraan strategis antara UMKM dengan platform terus dijalankan dengan baik. Dorong produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mendapatkan tempat di hati konsumen Indonesia," jelas Temmy.

Terlebih lagi dengan jumlah pengguna internet yang telah mencapai 78% dari total populasi masyarakat, ia menyebut pasar UMKM sangatlah luas.

Naik Kelas Lewat Pemberdayaan Ekonomi

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Leontinus Alpha Edison, mengatakan pemerintah ingin masalah kemiskinan bisa diselesaikan tidak hanya melalui bantuan sosial (bansos). Untuk itu, pihaknya ingin masyarakat terkait bisa naik kelas.

Dalam hal ini, naik kelas bisa dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi. Kementerian telah menyusun roadmap, dan pengalaman Leontinus selama di Tokopedia turut dibawa dalam penyusunannya.

Hasilnya, masyarakat yang menjadi pengusaha perlu mendapatkan pendampingan, akses ke bahan baku dan keuangan, pembiayaan, serta pelindungan bagi para pekerja. Menurutnya, Tokopedia-TikTok Shop telah menerapkan hal tersebut untuk para pemilik usaha.

"Nah, saya apresiasi karena apa yang dilakukan oleh Tokopedia-TikTok Shop itu sebenarnya adalah menjalankan hal ini. Jadi, teman-teman di sini sebenarnya sudah melakukannya," ucapnya.

Dia berharap program Beli Lokal dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, misalnya untuk memperluas bisnis hingga merapikan pencatatan keuangan.

"Yang tadinya omzet tidak rapi, sekarang jadi lebih rapi dan tercatat dengan baik. Manual tidak apa-apa, lebih baik manual tapi rapi daripada menggunakan sistem tapi tidak tahu datanya tercecer ke mana-mana. Nah, itu penting sekali. Hal-hal seperti itulah yang dinamakan naik kelas," kata Leontinus.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |