Begini Jurus Baru Bea Cukai Hilangkan Kemacetan Arus Barang Pelabuhan

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memiliki langkah baru untuk memperlancar arus barang di pelabuhan, sekaligus menekan dwelling time hingga biaya logistik.

Langkah itu adalah mendorong optimalisasi Pusat Logistik Berikat (PLB), sebagaimana tengah didorong oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jakarta saat ini.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi mengatakan, fasilitas PLB memungkinkan barang yang masuk tidak terlalu lama tertahan di kawasan pelabuhan, karena tersedia tempat penampungan sebelum barang melanjutkan proses berikutnya.

"Keberadaan PLB ini sebagai bagian mereduksi dwelling time, mereduksi apa yang disebut dengan logistic cost. Sehingga, tidak ada lagi tertimbun-tertimbun, paling tidak kita mampu mengurai benang-benang kusut yang ada di pelabuhan, kemudian diarahkan ke bonded," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Namun, Hendri menegaskan fungsi PLB bukan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas kendaraan di sekitar pelabuhan. Tetapi, mengurangi keterisian atau occupancy rate di pelabuhan.

"Yang kita bisa urai itu adalah occupancy rate yang ada di pelabuhan, karena mereka akan bisa keluar lebih cepat dan ada penampung. Sehingga tidak ada antrean yang seperti dwelling time. Kemacetan di lalu lintasnya itu di luar domain Bea Cukai," paparnya.

PLB (Pusat Logistik Berikat) yang beroperasi di Jakarta sejatinya adalah gudang logistik multifungsi yang mendapatkan fasilitas kepabeanan dan perpajakan dari pemerintah untuk mendukung efisiensi rantai pasok ekspor-impor. Di Ibu Kota ini, fasilitas PLB di Jakarta diawasi langsung oleh Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta.

Ada beberapa beberapa lokasi dan operator PLB terkemuka yang beroperasi di wilayah Jakarta. Diantaranya di Cakung dan Marunda.

Bagi pelaku usaha, ada beberapa manfaat penggunaan PLB. Diantaranya penundaan pajak dan bea masuk. Importir dapat menimbun barang di PLB hingga 3 tahun tanpa harus membayar bea masuk dan pajak impor terlebih dahulu sebelum barang tersebut dikeluarkan untuk digunakan.

Dengan begitu, PLB juga bisa meningkatkan arus kas, karena PLB membantu perusahaan menjaga likuiditas melalui mekanisme pembayaran pajak yang disesuaikan dengan waktu pengeluaran barang.

PLB juga mendukung fleksibilitas operasional, karena dapat digunakan untuk berbagai jenis komoditas, mulai dari bahan baku industri besar, e-commerce, hingga produk jadi IKM.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |