Bantu Ibu Jaga Warung Sejak Kecil, Ini Pesan-Tips Zulhas Agar Sukses

3 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan membagikan kisah perjalanan hidup dan pandangannya mengenai pentingnya kemandirian finansial kepada generasi muda dalam acara Lampung Financial Festival 2026.

Di hadapan peserta, termasuk mahasiswa, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menekankan bahwa anak muda harus berani mencoba, mau belajar, bekerja keras, serta memiliki wawasan kewirausahaan sejak dini.

Menurutnya, memasuki usia 20 tahun seharusnya seseorang mulai berusaha mandiri dan tidak terus-menerus bergantung kepada orang tua.

"Kalau sekarang mahasiswa umur 20 tahun tangannya masih di bawah, itu keterlaluan. Umur 20 tahun sudah bisa apa saja. Sudah gagah, sudah pintar, ilmunya banyak. Kalau masih minta uang sama bapaknya, keterlaluan. Itu namanya tidak pandai bersyukur," ujar Zulhas.

Ia kemudian mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan kondisi keluarga atau keadaan ekonomi sebagai alasan untuk menyerah terhadap keadaan.

Zulhas mengatakan, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya selama memiliki kemauan untuk berusaha, bekerja keras, dan terus belajar.

"Jangan terima nasib. Saya dari sana, dari Tuhan, jangan begitu. Tuhan itu agar kamu makmur, kamu maju, kamu hebat. Kalian ini bisa semua asal mau. Mau usaha, mau kerja keras, mau belajar," katanya.

Belajar Berdagang Sejak Usia Enam Tahun

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menceritakan bagaimana dirinya mengenal dunia usaha sejak masih kecil. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran dari sang ibu yang menjalankan warung di kampung.

"Saya umur enam tahun jaga warung di kampung saya, warungnya ibu saya," tuturnya.

Menurut Zulhas, pengalaman menjaga warung membuatnya mulai memahami bagaimana transaksi, keuntungan, dan kerugian dalam berdagang.

Ia mengenang kondisi perekonomian masyarakat pada masa itu, ketika uang tunai belum banyak digunakan. Warga yang ingin membeli kebutuhan sehari-hari terkadang melakukan barter dengan hasil bumi seperti telur, kopi, lada, atau cengkeh.

Hasil bumi tersebut kemudian dikumpulkan dan dibawa untuk dijual. Dari pengalaman itulah, Zulhas mengaku mulai memahami cara menghitung keuntungan.

"Umur tujuh tahun saya sudah ngerti untung rugi, sudah ngerti. Sudah bisa dagang," ujarnya.

Bagi Zulhas, jiwa entrepreneur tidak hanya diperoleh dari teori, tetapi juga dapat terbentuk melalui kebiasaan dan pengalaman sejak dini.

Karena itu, ia mendorong generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk tidak hanya mengejar pendidikan formal, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha.

Guru dan Mahasiswa Juga Bisa Menjadi Entrepreneur

Zulhas menilai wawasan kewirausahaan dapat diterapkan oleh siapa saja, termasuk mereka yang memiliki profesi sebagai guru.

Menurutnya, seseorang tetap dapat menjalankan profesinya sekaligus mengembangkan usaha.

"Kita kalau mau maju itu ya boleh jadi guru, tapi guru yang entrepreneur. Guru yang wawasan entrepreneurnya ada," katanya.

Ia memberikan gambaran, seorang guru yang memiliki penghasilan tetap dapat menggunakan sebagian pendapatannya untuk belajar dan mengembangkan usaha sehingga memiliki sumber penghasilan tambahan.

Hal serupa, kata dia, harus mulai dilakukan oleh mahasiswa.

Zulhas mencontohkan seorang mahasiswi yang ditemuinya di Purwokerto. Mahasiswi tersebut menjalankan bisnis penjualan buku secara daring sambil tetap berkuliah.

Ia bahkan menyebut mahasiswi tersebut mampu menjual sekitar 20 buku per hari. Dengan asumsi keuntungan bersih sekitar Rp100 ribu per buku, penghasilan yang diperoleh disebut dapat mencapai sekitar Rp2 juta per hari atau sekitar Rp60 juta per bulan.

"Mahasiswi semester tiga," kata Zulhas.

Cerita tersebut disampaikan untuk menunjukkan bahwa mahasiswa pun memiliki peluang untuk membangun usaha sejak masih menempuh pendidikan.

Berani Merantau dan Tidak Takut Gagal

Zulhas juga menceritakan pengalaman ketika dirinya memutuskan merantau ke Jakarta. Ia mengaku datang tanpa mengetahui kondisi Jakarta dan tidak memiliki kenalan di ibu kota.

Namun, keberanian untuk mencoba menjadi salah satu modal yang membawanya menjalani perjalanan hidup.

"Memang nomor satu itu harus berani. Saya merantau ke Jakarta dan tidak tahu Jakarta. Tidak ada kenalan di Jakarta, tapi ibu saya mendukung," ujarnya.

Ia juga pernah mengalami kegagalan dan harus mengubah arah perjalanan kariernya.

"Saya banting setir melamar pegawai negeri," tutur Zulhas.

Dari pengalaman tersebut, ia berpesan kepada generasi muda agar tidak terlalu lama larut dalam kegagalan.

"Kalau gagal jangan lama-lama sedihnya. Karena gagal itu jalan menuju sukses dan naik derajatnya," katanya.

Gen Z Harus Punya Critical Thinking dan Problem Solving

Zulhas menilai generasi muda saat ini memiliki akses yang jauh lebih luas terhadap informasi, teknologi, dan peluang usaha dibandingkan generasi sebelumnya.

Karena itu, ia mendorong Gen Z untuk memiliki critical thinking dan kemampuan problem solving.

Menurutnya, anak muda harus memiliki keingintahuan yang tinggi, tidak mudah menerima keadaan, dan mampu melihat masalah sebagai peluang.

"Jadi Gen Z memang harus ada critical thinking dan problem solving. Kamu harus tahu, mau tahunya banyak," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa usia muda bukan alasan untuk menunggu sampai mendapatkan pekerjaan formal sebelum mulai menghasilkan uang.

"Dari SMA sudah bisa dimulai," kata Zulhas.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Zulhas dalam Lampung Financial Festival 2026: pendidikan tetap penting, tetapi keberanian, kemandirian, pengalaman, dan wawasan kewirausahaan juga perlu dibangun sejak muda agar generasi berikutnya mampu menciptakan peluang, bukan hanya mencari pekerjaan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |