Deretan Makhluk Purba Ini Masih Hidup-Bertahan Jutaan Tahun, Ada di RI

2 hours ago 2

Zhafa Yuda Rehema,  CNBC Indonesia

05 September 2026 15:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Jauh sebelum manusia lahir, sejumlah makhluk hidup telah lebih dulu menghuni Bumi.

Menariknya, beberapa garis keturunan mereka masih bertahan hingga saat ini. Catatan fosil menjadi petunjuk penting untuk menelusuri perjalanan panjang tersebut, sekaligus mengungkap bagaimana spesies-spesies ini mampu melewati berbagai perubahan lingkungan selama jutaan tahun.

Bukan sekadar memiliki sejarah panjang, mereka juga dibekali kemampuan biologis unik yang membantu mereka bertahan hingga era modern.


Animalia Punya Banyak "Fosil Hidup"

Sebagian besar spesies dalam daftar berasal dari kerajaan hewan. Salah satu yang paling terkenal adalah coelacanth, ikan purba yang sempat dinyatakan punah hingga spesimen hidupnya ditemukan pada 1938.

Coelacanth punya sejumlah karakteristik yang membuatnya unik. Empat siripnya bergerak menyerupai tungkai hewan berkaki empat, sementara bagian tengkoraknya memiliki persendian yang memungkinkan mulut terbuka sangat lebar.

CoelacanthCoelacanth Foto: https://australian.museum/

Ada pula hagfish yang punya senjata pertahanan tak biasa. Saat terancam predator, hewan ini mengeluarkan lendir tebal dan lengket yang dapat mengganggu insang lawannya. Dalam hitungan detik, hagfish bisa membuat predator kesulitan bernapas dan memberinya kesempatan untuk kabur.

Lungfish juga punya kemampuan bertahan hidup yang ekstrem. Selain menggunakan organ menyerupai paru-paru untuk menghirup udara, beberapa spesies mampu menggali ke dalam lumpur dan memasuki kondisi dorman ketika habitatnya mengering.

Sementara itu, ubur-ubur membuktikan bahwa ukuran dan bentuk sederhana bukan berarti kemampuan biologisnya terbatas. Meski tidak memiliki otak seperti manusia, hewan ini mempunyai sistem saraf tersendiri yang memungkinkan mereka merespons berbagai rangsangan dari lingkungan.

Ubur-ubur Kuning Telur (Phacellophora camtschatica). (Getty Images)Ubur-ubur Kuning Telur (Phacellophora camtschatica). (Getty Images) Foto: Ubur-ubur Kuning Telur (Phacellophora camtschatica). (Getty Images)

Horseshoe crab tak kalah menarik. Darahnya memiliki karakteristik khusus yang selama puluhan tahun dimanfaatkan untuk menguji keamanan vaksin dan obat-obatan suntik. Namun, kebutuhan industri medis tersebut juga membawa konsekuensi karena ratusan ribu horseshoe crab dipanen setiap tahun.

Plantae: Tumbuhan Purba yang Masih Eksis

Kisah "fosil hidup" tidak hanya dimiliki dunia hewan. Sejumlah tumbuhan juga memiliki garis keturunan yang telah melewati berbagai perubahan besar dalam sejarah Bumi.

Ginkgo menjadi salah satu contohnya. Daunnya yang berbentuk kipas relatif mempertahankan karakteristiknya selama jutaan tahun. Pohon ini juga dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit, polusi hingga kebakaran.

Ketangguhannya bahkan terlihat setelah tragedi bom atom Hiroshima. Sejumlah pohon ginkgo yang berada di sekitar lokasi ledakan mampu bertahan dan kembali tumbuh.

Wikimedia commonsWikimedia commons Foto: Wikimedia commons

Pakis dan ekor kuda juga berasal dari kelompok tumbuhan dengan sejarah sangat panjang. Kerabat ekor kuda pada masa lalu bahkan dapat tumbuh hingga sekitar 30 meter. Sementara itu, pakis raksasa pernah mendominasi hutan rawa purba dan ikut berkontribusi dalam proses pembentukan batu bara.

Eubacteria: Jejak Kehidupan Miliaran Tahun

Jika hewan dan tumbuhan membawa kita kembali ratusan juta tahun, cyanobacteria membawa cerita kehidupan Bumi jauh lebih jauh lagi.

Organisme mikroskopis ini diyakini termasuk salah satu bentuk kehidupan paling awal di planet ini. Keberadaannya dikaitkan dengan stromatolit, struktur berlapis yang terbentuk dari aktivitas komunitas mikroorganisme.

Perkiraan usia cyanobacteria hingga 3,5 miliar tahun memang masih menjadi perdebatan. Namun, bukti tertua yang dinilai tidak kontroversial menunjukkan keberadaannya sekitar 2,1 miliar tahun lalu.

Yang menarik, cyanobacteria bukan sekadar peninggalan masa lalu. Organisme ini masih hidup hingga sekarang dan dapat ditemukan di berbagai lingkungan, mulai dari laut dan tanah lembap hingga batuan gurun dan wilayah ekstrem seperti Antarktika.

Coelacanth dan Nautilus Masih Ada di Perairan Indonesia

Indonesia juga memiliki tempat dalam cerita panjang kehidupan purba tersebut. Coelacanth diketahui hidup di kawasan Samudra Hindia, termasuk perairan Indonesia.

Penemuan spesimen hidup pada 1938 menjadi salah satu kejutan terbesar dalam dunia zoologi. Ikan yang sebelumnya dianggap telah punah ternyata masih berenang di laut.

Selain coelacanth, nautilus juga dapat ditemukan di kawasan Indo-Pasifik. Cangkangnya yang memiliki ruang-ruang khas menjadi salah satu peninggalan paling mudah dikenali dari kelompok cephalopoda purba.

Dari lebih dari 2.500 spesies nautiloid yang pernah tercatat dalam sejarah fosil, hanya sekitar enam spesies yang masih bertahan hingga sekarang.

Artinya, perairan Indonesia masih menjadi rumah bagi sejumlah garis keturunan yang telah melewati perjalanan evolusi sangat panjang-jauh sebelum manusia mengenal dunia.

Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan. Sebutan "fosil hidup" bukan berarti organisme tersebut berhenti berevolusi atau identik dengan nenek moyangnya.

Hiu, misalnya, telah melewati lima peristiwa kepunahan massal. Bentuk tubuhnya juga mengalami perubahan sepanjang sejarah. Meski begitu, sejumlah karakteristik seperti kerangka yang tersusun dari tulang rawan tetap bertahan.

Wisata melihat hiu paus di Gorontalo. (CNBC Indonesia/Rindi Salsabilla)Wisata melihat hiu paus di Gorontalo. (CNBC Indonesia/Rindi Salsabilla) Foto: Wisata melihat hiu paus di Gorontalo. (CNBC Indonesia/Rindi Salsabilla)

Pada akhirnya, kemampuan bertahan hidup setiap spesies berbeda. Ada yang mampu menghadapi kekeringan, mengembangkan sistem pertahanan unik, beradaptasi dengan lingkungan ekstrem, atau mempertahankan bentuk tubuh yang terbukti efektif selama jutaan tahun.

Dari cyanobacteria hingga coelacanth, keberadaan mereka menjadi pengingat bahwa sejarah kehidupan di bumi jauh lebih panjang daripada sejarah manusia.

Makhluk-makhluk ini bukan sekadar "fosil hidup", melainkan bukti bahwa kehidupan dapat bertahan, beradaptasi, dan melewati perubahan planet selama jutaan hingga miliaran tahun.

(mae/mae)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |