Jakarta -
Kondisi lalu lintas di arus balik Lebaran mulai melandai. Tercatat ada 35 ribu kendaraan yang kembali ke Jakarta melalui ruas jalan layang Tol Mohammed Bin Zayed (MBZ).
Berdasarkan data yang diterima dari Jasa Marga, Minggu (29/3/2026), total ada 35.120 kendaraan mengarah ke Jakarta melalui Tol MBZ pada Sabtu (28/3). Angka itu meningkat 29,30 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Jasa Marga mengatakan angka itu menunjukkan pergerakan arus balik ke Jakarta masih berlangsung, namun jelang berakhirnya libur Lebaran, volume kendaraan di musim arus balik mulai menurun secara bertahap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat sebanyak 20.036 kendaraan, atau turun 33,76 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 30.247 kendaraan. Penurunan ini menjadi indikasi bahwa pergerakan kendaraan keluar Jakarta mulai mereda seiring berakhirnya periode mudik dan arus balik utama.
Secara umum, Jasa Marga mengatakan kondisi lalu lintas di ruas jalan layang MBZ terpantau lancar dan terkendali dengan dukungan pemantauan lalu lintas secara berkelanjutan serta kesiapsiagaan petugas operasional di lapangan.
22 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut 22 persen kendaraan belum kembali ke Jakarta dalam arus balik Lebaran 2026. Dia memprediksi akan ada peningkatan volume kendaraan menuju Jakarta pada akhir pekan ini.
"Dari kalkulasi traffic counting, sampai saat ini sekitar 22 persen. Jadi kemungkinan hari ini juga agak sore ada bangkitan arus, termasuk juga mungkin besok," kata Irjen Agus di Command Center Km 29 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utara, Bekasi, Sabtu (28/3).
Irjen Agus menyebut penerapan skema one way telah diberlakukan untuk arus balik gelombang 2. Sejauh ini masih berlaku one way lokal tahap dua dari Km 263 hingga Km 70 tol Trans Jawa dan sedang dipersiapkan untuk diperpanjang.
"Kami persiapkan untuk kita berlakukan one way tahap 1, tahap 2, tahap 3, sampai nanti kami akan memutuskan apakah perlu dilakukan one way nasional arus balik tahap kedua," ucapnya.
(ygs/wnv)


















































