Andreas PDIP soal Wacana Potong Gaji Menteri-DPR: Mulai dari Presiden-Wapres

2 hours ago 3
Jakarta -

Anggota DPR Fraksi PDIP yang juga Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, tak ada masalah dengan Presiden Prabowo Subianto yang tengah mengkaji pemotongan gaji menteri hingga DPR untuk hadapi dampak konflik di Timur Tengah. Namun ia meminta agar pemotongan gaji dimulai dari Presiden dan Wakil Presiden demi memberi contoh.

"Kalau mau potong, penghematan, ya harus mulai dari diri sendiri dulu, mulai dari presiden, wakil presiden, para menteri, pejabat-pejabat negara di republik ini," kata Andreas Hugo Pareira saat dihubungi, Senin (16/3/2026).

Ia mendorong Prabowo memberikan contoh lebih dulu. Dengan begitu, menurut dia, masyarakat memahami kondisi Indonesia yang harus berhemat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berikan contoh mulai dari atas bahwa kita di negara ini memang harus lebih efisien, hemat," ucap dia.

Ia juga menyoroti pemerintah yang masih menyusun anggaran yang tidak efisien atau boros. Menurut dia, perlu ada penyisiran anggaran lagi di setiap kementerian dan lembaga.

"Jangan perintahkan untuk potong orang lain, sementara pemerintah sendiri masih menyusun belanja anggaran yang tidak efisien, pemborosan masih terjadi di mana-mana," ujar dia.

"Secara teknis anggaran itu perlu disisir lagi di setiap KL. Ada anggaran yang tidak mendesak, tidak urgen bisa ditunda dulu," lanjutnya.

Pernyataan Prabowo

Sebelumnya, Prabowo mengatakan beberapa negara telah melakukan langkah-langkah adaptif dalam menghadapi situasi konflik di Asia Barat atau Timur Tengah. Prabowo kemudian mencontohkan Pakistan yang turut memotong gaji anggota kabinet dan anggota parlemen.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3). Prabowo menegaskan pemerintah tidak bisa memastikan situasi aman tanpa melakukan langkah-langkah proaktif.

"Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita. Banyak negara-negara sudah melakukan langkah-langkah," kata dia.

"Banyak negara sudah melakukan langkah-langkah. Mungkin Seskab ada slide untuk memberi tahu, berapa langkah. Ini ada langkah Pakistan. Ini hanya sebagai perbandingan," kata Prabowo seraya menampilkan paparan grafis tentang langkah-langkah pemerintah Pakistan dalam situasi krisis," lanjut dia.

Prabowo mengatakan Pakistan menerapkan work from home bagi pemerintahan dan swasta. Hari kerja juga dipotong menjadi empat hari.

"Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID. Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor, pemerintah, maupun swasta, 50% bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong jadi hanya empat hari," katanya.

Prabowo melanjutkan, Pakistan juga memotong gaji menteri-menteri dan anggota DPR. Penyesuaian anggaran tersebut digunakan untuk membantu masyarakat lemah.

"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau lemah," katanya.

Prabowo melanjutkan, Pakistan juga memotong semua ketersediaan BBM untuk semua kementerian dan mewajibkan 60% kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan pada setiap saat. Kemudian, menurut Prabowo, Pakistan juga menghentikan semua belanja asing, belanja kendaraan, belanja mebel dan semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan.

"Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri mereka kurangi tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta. Kemudian semua lembaga pendidikan tinggi, mereka pindah ke online. Kemudian, semua sekolah berhenti untuk dua minggu, ya ini mungkin menghadapi Idul Fitri," katanya.

Prabowo mengatakan apa yang dilakukan pemerintah Pakistan menjadi contoh dalam menghadapi situasi krisis. Dia pun meminta agar langkah-langkah terkait itu perlu dikaji dalam upaya melakukan penghematan.

"Ini hanya contoh. Maksud saya, ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini, saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi tetep kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kira tidak tambah," katanya.

(maa/isa)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |