Alasan Warga Rela Jual Lahan untuk Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu

10 hours ago 4
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan pembebasan lahan untuk proyek jalan sejajar rel tembusan Pasar Minggu ke Tanjung Barat, Jakarta Selatan (Jaksel). Kebanyakan warga sudah menjual tanahnya, ada juga yang masih ingin bertahan.

Misalnya Lukman (62) warga RT 12/RW 7, sudah menjual tanah dan bangunannya untuk pembangunan jalan. Lukman tak masalah dengan uang pengganti yang disodorkan.

Lukman mengatakan, sosialisasi pembebasan lahan memang sudah berlangsung sejak lama. Warga juga kerap bertemu dengan petugas dari kelurahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian setelah datang, memang alasan utama sih untuk kepentingan umum ya. Jadi kita sebagai warga ya, karena alasan seperti itu ya nggak bisa apa-apa ya, karena untuk kepentingan umum," ujar Lukman saat ditemui di lokasi, Minggu (5/7/2026).

Lukman menuturkan rata-rata warga mendapat uang pengganti dengan hitungan Rp 8 juta/meter persegi untuk harga tanah, dan Rp 2 juta/meter persegi. Bagi yang sudah mendapat uang pengganti, rumahnya kini sudah mulai dibongkar, sebaliknya yang belum masih bertahan.

"Variasi ya (harganya), variasi. Itu kan yang nilai MAPI katanya. Katanya kan MAPI itu pihak independen ya. Itu saya nggak tahu ya, surveinya itu berdasarkan apa gitu, sehingga ketika kita hadir di sana, tahu-tahu kita sudah dikasih amplop aja gitu. Tiap-tiap masing-masing bidang tuh beda-beda," jelas dia.

Lain hal dengan Fitriyanto warga RT 7/RW 7, yang masih bertahan karena alasan belum sepakat dengan harga yang disodorkan. Fitriyanto ingin harga yang ditawarkan lebih tinggi lantaran status tanah dan bangunan miliknya.

"Bangunan saya itu bangunan paling bagus di tempat, dari ujung Lebak sampai ini bangunan saya paling bagus, yang tingkat permanen. Disamain sama bangunan lama harganya, Rp 2 juta per meter. Disamain sama ini juga bangunan lama Rp 2 juta per meter. Ya saya rugilah," ujar Fitriyanto.

Pria yang akrab dipanggil Anto itu mengaku sudah melayangkan surat ke pengadilan untuk menggugat harga tanahnya. Anto ingin nilai tanahnya lebih tinggi.

"Ya kemarin hari Senin ya (layangkan surat). Ke pengadilan tinggi kan pindah lagi pengadilan tinggi kemarin ke Ragunan, yang di Ampera pindah ke Ragunan. Jadi saya melayangkan surat ke situ," ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya berjanji menuntaskan pembangunan jalan yang menghubungkan Pasar Minggu dengan Tanjung Barat. Menurutnya, proyek tersebut sudah bertahun-tahun tak kunjung rampung dan telah melewati beberapa periode kepemimpinan gubernur.

Hal itu disampaikan Pramono usai meninjau pembangunan flyover Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7). Ia mengatakan proyek jalan sejajar rel di Pasar Minggu kini menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI.

"Saya termasuk yang berkali-kali diberi masukan yang berkaitan dengan jalan yang sejajar dengan rel kereta. Jalan yang sejajar dengan rel kereta di Pasar Minggu yang lewat BIN, itu kan sudah tujuh gubernur nggak selesai-selesai," kata Pramono.

Tonton juga Video: Melihat Produksi Dandang yang Tersembunyi di Dekat Rel Kereta

(tsy/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |