Airlangga: RI Dapat Diskon Tarif AS Jadi 15%

8 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan tarif ekspor produk Indonesia ke Amerika Serikat tidak lagi berada di level 19% seperti yang sebelumnya disepakati dalam perundingan dagang bilateral. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tarif yang kini berlaku mengikuti kebijakan tarif global Amerika Serikat sebesar 15%.

Perubahan ini terjadi setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya diberlakukan Presiden Donald Trump. Menurut Airlangga, keputusan tersebut membuat skema tarif yang sebelumnya dinegosiasikan ikut menyesuaikan dengan kebijakan baru pemerintah AS.

"Kan global tarif 15%, maka yang berlaku adalah global tarif yang 15%," kata Airlangga saat ditemui wartawan di kantor Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Sebelumnya, dalam kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat, tarif untuk produk Indonesia sempat dipatok turun dari 32% menjadi 19%. Namun setelah kebijakan tarif resiprokal dibatalkan, tarif tersebut kembali disesuaikan mengikuti tarif global yang diumumkan Washington.

"Dapat diskon jadi 15%," ujar Airlangga.

Meski demikian, Airlangga menegaskan kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan AS tetap berjalan. Perjanjian yang dikenal sebagai Agreement on Reciprocal Trade (ART) itu masih menunggu proses ratifikasi dan baru akan efektif sekitar 90 hari setelah penandatanganan.

"Nggak batal, itu kan baru berlaku sesudah 90 hari dan sesudah ratifikasi," katanya.

Dalam perjanjian ART tersebut, Indonesia memperoleh fasilitas tarif nol persen untuk ribuan produk ekspor ke pasar Amerika Serikat. Pemerintah mencatat terdapat sekitar 1.819 pos tarif produk Indonesia yang mendapatkan bea masuk 0%.

Produk yang memperoleh fasilitas tersebut mencakup komoditas pertanian hingga industri, seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang.

Airlangga memastikan fasilitas tarif nol persen itu tetap berlaku sesuai kesepakatan awal meski terjadi perubahan kebijakan tarif di AS.

"Ya kalau bea masuk 0% untuk sektor yang 1.800 lebih itu kan salah satu andalan kita, jadi diharapkan marketnya bisa ekspansi," ujarnya.

Selain itu, sektor tekstil dan apparel Indonesia juga mendapatkan tarif 0% ke pasar Amerika Serikat. Namun kebijakan tersebut diterapkan melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ), yaitu pembebasan tarif hingga batas volume tertentu.

Pemerintah menilai kebijakan tersebut akan berdampak signifikan terhadap industri padat karya dalam negeri. Airlangga menyebut sektor tekstil dan garmen sendiri menopang sekitar 4 juta tenaga kerja di Indonesia.

"Kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," kata Airlangga.

(fys/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |