ADB Siap Kucurkan Rp45,4 T Buat RI di 2026, Ini Daftar Proyeknya

9 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Asian Development Bank atau ADB telah mempersiapkan rangkaian pendanaan untuk berbagai proyek penting di Indonesia. Nilainya yang telah masuk ke dalam daftar pengerjaan atau pipeline senilai US$ 2,7 miliar, setara Rp 45,40 triliun (kurs Rp 16.816/US$).

"Kami mempertahankan keselarasan erat dengan visi pemerintah, sehingga lebih dari sekadar pembiayaan, kami pun memberikan pengetahuan, saran kebijakan, dan kemitraan jangka panjang demi mencapai Visi Indonesia Emas 2045," kata Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov dalam ADB Indonesia Media Mixer, Jakarta, Rabu (25/2/2025).

Rangkaian proyek penting ADB untuk Indonesia pada 2026 yang mencapai nilai indikatif US$ 2,7 miliar itu diarahkan untuk mendukung reformasi kebijakan berupa pendalaman sektor keuangan, serta reformasi kebijakan dalam tata kelola daerah, ketahanan air, transisi energi berkelanjutan, dan perlindungan laut.

"ADB bangga telah mendampingi Indonesia sebagai mitra terpercaya selama hampir 60 tahun mencerminkan pemahaman mendalam tentang kearifan lokal dan komitmen bersama bagi tahun," tegas Bobur.

Dibandingkan dengan tahun lalu, pendanaan indikatif itu lebih tinggi, sebab pada 2025, ADB telah memberi komitmen US$ 2,4 miliar kepada Indonesia dalam bentuk pinjaman yang dijamin pemerintah. Sementara itu, operasi sektor swasta ADB (yang tidak dijamin pemerintah) memberi komitmen US$ 150 juta pada 2025.

Komitmen pada tahun lalu itu juga masih diarahkan untuk mendukung reformasi kebijakan, percepatan perdagangan, meningkatkan produktivitas melalui program pembangunan modal manusia, termasuk kesehatan dan pendidikan, serta transisi energi berkelanjutan.

Dalam jangka menengah atau 5 tahun, program pendanaan ADB 2025-2026 yang selaras dengan RPJMN Pemerintah Indonesia akan fokus pada tiga jalur strategis, yakni berinvestasi pada manusia, memajukan daya saing ekonomi, serta meningkatkan ketangguhan dan keberlanjutan.

Ketiga jalur ini didukung oleh sejumlah prioritas lintas bidang, termasuk pemberdayaan perempuan dan inklusi sosial, digitalisasi, tata kelola dan kelembagaan yang lebih kuat, serta kerja sama dan integrasi kawasan.

Pada jalur yang pertama, ADB akan berinvestasi pada keterampilan, kesehatan, gizi, dan perlindungan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk Indonesia dan memastikan bahwa dividen demografi mendorong pertumbuhan inklusif.

ADB akan membantu memperkuat perawatan kesehatan dan gizi bagi ibu, anak, dan lansia; membangun keterampilan angkatan kerja agar memenuhi kebutuhan industri; memperluas akses ke pendidikan berkualitas, serta mendukung upaya menjadikan sistem perlindungan sosial lebih efektif, mampu beradaptasi, dan responsif.

Jalur yang kedua akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja berkualitas tinggi melalui peningkatan lingkungan bisnis dan investasi, sambil mempertahankan keberlanjutan fiskal. ADB akan mendukung reformasi yang memperkuat iklim usaha guna meningkatkan perdagangan, investasi, dan kewirausahaan.

Hal ini juga akan membantu memperdalam pasar keuangan, memobilisasi pembiayaan hijau, dan memperluas inklusi keuangan. Kesenjangan infrastruktur juga akan diatasi melalui investasi pada transportasi, mobilitas perkotaan, konektivitas antarpulau, dan infrastruktur digital.

Jalur yang ketiga bertujuan membangun ketahanan energi, air, dan pangan Indonesia. ADB akan mendukung transisi energi bersih Indonesia, promosi energi terbarukan, dan modernisasi jaringan listrik, termasuk melalui ASEAN Power Grid.

Hal ini akan membantu mengatasi kerawanan pangan, mempercepat pembangunan perdesaan, dan mendukung sasaran program nasional makanan bergizi gratis dengan meningkatkan produktivitas pertanian, berinvestasi pada irigasi, serta memperkuat distribusi, logistik, dan akses pasar.

Sejak 1966, Bobur mengatakan, ADB telah bermitra dengan Indonesia untuk memperkuat infrastruktur, pertanian, dan pembangunan modal manusia. Kemitraan ini tak terlepas dari posisi strategis Indonesia sebagai anggota pendiri ADB dan pemegang saham terbesar keenamnya dengan porsi mencapai 5,43% dari 69 anggota dan memegang hak voting 4,63%.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |