Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) memerintahkan inspeksi terhadap ratusan pesawat Boeing 737 Max setelah ditemukan retakan pada struktur badan pesawat yang berpotensi memengaruhi integritas struktural armada tersebut.
Dalam arahan kelaikudaraan terbaru yang diterbitkan FAA, inspeksi wajib diberlakukan terhadap sekitar 471 pesawat Boeing 737 Max yang terdaftar di Amerika Serikat. Pesawat yang terdampak mencakup varian Boeing 737 Max 8, Max 9, dan Max 8-200.
FAA memperingatkan bahwa kerusakan yang tidak terdeteksi dapat mengurangi kekuatan struktur pesawat.
"Retakan ditemukan pada beberapa pesawat di area penguat struktur di sekitar pintu layanan depan di sisi kanan pesawat," kata FAA dalam dokumen arahan tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (7/8/2026).
FAA mewajibkan maskapai melakukan pemeriksaan terhadap area tersebut sesuai jadwal yang ditentukan berdasarkan tingkat penggunaan masing-masing pesawat. Jika ditemukan retakan, operator harus melakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum pesawat yang terdampak diizinkan kembali beroperasi.
Meski mengeluarkan perintah inspeksi, FAA tidak memerintahkan penghentian operasi atau grounding terhadap armada Boeing 737 Max yang terdampak. Regulator penerbangan AS itu menilai interval inspeksi yang diwajibkan memberikan cukup kesempatan untuk menemukan retakan sebelum kerusakan tersebut berkembang hingga mengancam integritas struktural pesawat.
"FAA tidak memerintahkan pesawat untuk dikandangkan karena interval inspeksi yang diwajibkan memberikan beberapa kesempatan untuk mendeteksi retakan sebelum kerusakan itu dapat mengompromikan integritas struktural pesawat," demikian penjelasan FAA.
Arahan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 10 September mendatang.
FAA juga mengungkapkan bahwa Boeing telah melakukan perubahan dalam proses manufakturnya untuk mengatasi masalah tersebut pada pesawat-pesawat yang baru diproduksi.
Perubahan itu dilakukan guna mencegah munculnya masalah serupa pada armada yang akan datang.
Masalah retakan struktural bukan pertama kali menghantam keluarga pesawat Boeing 737.
Pada 2019, inspeksi serupa juga pernah diperintahkan terhadap sejumlah pesawat Boeing 737-700, 737-800, dan 737-900 setelah ditemukan retakan pada komponen yang menghubungkan badan pesawat dengan sayap.
Temuan saat itu memicu pemeriksaan luas terhadap armada Boeing 737 generasi sebelumnya.
Masalah terbaru ini muncul hanya beberapa pekan setelah FAA mengusulkan arahan kelaikudaraan lain yang akan mewajibkan inspeksi terhadap rakitan kursi pada 453 pesawat Boeing 737 Max.
Pemeriksaan tersebut diperlukan karena terdapat kemungkinan kursi dipasang secara tidak benar selama proses produksi atau perawatan.
Adapun Boeing juga masih berada di bawah sorotan ketat regulator dan publik sejak insiden yang menimpa pesawat Alaska Airlines pada Januari 2024.
Dalam insiden tersebut, panel penutup pintu (door plug) sebuah pesawat Alaska Airlines terlepas saat penerbangan berlangsung.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) kemudian menemukan bahwa empat baut yang seharusnya menahan panel pintu tersebut tidak terpasang ketika pesawat dikirimkan kepada Alaska Airlines pada Oktober 2023.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]


















































