9-10 Muharam Memperingati Apa? Ini Makna dan Jadwalnya 2026

3 hours ago 1

Jakarta -

Tanggal 9 dan 10 Muharam Hijriah kerap menjadi perhatian umat Islam karena berkaitan dengan puasa sunnah Tasu'a dan Asyura. Menjelang dua tanggal ini, banyak orang mencari tahu makna peringatannya, kapan waktunya, serta apa keutamaannya dalam Islam.

Tahun ini, tanggal 9 Muharam 1448 H jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026, sedangkan 10 Muharam 1448 H bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026. Penanggalan itu merujuk pada 1 Muharam 1448 H yang jatuh pada 16 Juni 2026.

9-10 Muharam Memperingati Apa?

Dalam Islam, 10 Muharam dikenal sebagai hari Asyura, yaitu hari ke-10 di bulan Muharam. Sementara itu, 9 Muharam dikenal sebagai hari Tasu'a, yakni sehari sebelum Asyura. Kedua tanggal ini identik dengan puasa sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merujuk penjelasan yang dilansir BAZNAS, 10 Muharam merupakan hari yang dimuliakan dalam Islam dan memiliki keutamaan tersendiri. Sementara 9 Muharam menjadi waktu pelaksanaan puasa Tasu'a yang dianjurkan untuk mendampingi puasa Asyura.

Kapan 9 dan 10 Muharam 2026?

Karena 1 Muharam 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026, maka jadwal 9 dan 10 Muharam tahun ini adalah sebagai berikut:

  • Hari Tasu'a 9 Muharam 1448 H: Selasa, 24 Juni 2026**
  • Hari Asyura 10 Muharam 1448 H: Rabu, 25 Juni 2026**

Tanggal ini penting diketahui bagi umat Islam yang ingin menjalankan puasa Tasu'a dan puasa Asyura.

Makna Tasu'a dan Asyura

Asyura berasal dari kata yang merujuk pada angka sepuluh, sehingga dipahami sebagai hari ke-10 bulan Muharam. Hari ini memiliki nilai penting dalam Islam dan menjadi salah satu momentum ibadah sunnah di bulan Muharam.

Selain itu, puasa Asyura memiliki keutamaan besar. Dalam hadis yang dikutip BAZNAS, Rasulullah SAW berharap puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Adapun bulan Muharam sendiri termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam.

Sementara itu, puasa Tasu'a pada 9 Muharam dianjurkan untuk menyertai puasa Asyura. Anjuran ini berkaitan dengan keinginan Rasulullah SAW untuk membedakan amalan umat Islam dengan kebiasaan puasa yang dilakukan kaum Yahudi pada 10 Muharam.

Amalan yang Bisa Dikerjakan

Selain memahami makna 9-10 Muharam, umat Islam juga dapat mengisi hari tersebut dengan amalan sunnah, seperti:

  • Puasa Tasu'a pada 9 Muharam (24 Juni)
  • Puasa Asyura pada 10 Muharam (25 Juni)
  • Memperbanyak doa dan zikir
  • Bersedekah serta melakukan amal kebajikan

Dengan demikian, 9-10 Muharam dalam Islam bukan sekadar penanda tanggal di awal tahun Hijriah. Dua hari ini menjadi momentum ibadah sunnah melalui puasa Tasu'a dan Asyura, sekaligus pengingat akan keutamaan bulan Muharam bagi umat Islam.

(wia/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |