5 Upaya Polisi Selidiki Kematian Sutrimo

6 hours ago 3
Jakarta -

Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan Klinik Mordent di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Ramai di media sosial, Sutrimo disebut kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, pada Minggu (26/7/2026), menyampaikan korban ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7), lalu dilarikan menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, dan dinyatakan telah tak bernyawa.

Kasus ini sontak menjadi sorotan dan menjadi perbincangan hangat publik. Polisi masih mengumpulkan kepingan-kepingan informasi untuk mengungkap kejadian sebenarnya di balik kematian Sutrimo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai pihak mendesak dan mendukung pengusutan kematian Sutrimo hingga tuntas. Mulai dari koalisi masyarakat sipil hingga dewan perwakilan rakyat (DPR RI).

Kasus ini ditangani penyidik gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan bersama Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri. Berdasarkan catatan detikcom, Minggu (2/8), berikut 5 upaya polisi mengungkap kasus kematian Sutrimo:

1. Olah TKP

Pada Senin (27/7), polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent. Polisi memulai olah TKP pada pukul 13.10 WIB dan menyelesaikannya pada pukul 14.13 WIB.

Tampak seorang personel membawa 3 bungkusan kertas berwarna cokelat. Polisi kemudian kembali memasang garis polisi di pagar dan pintu masuk Klinik Mordent.

Kasubnit Resmob Polres Jaksel Ipda Robby Pasha menjelaskan, barang bukti yang diamankan akan dibawa ke Puslabfor. Namun dia belum menjelaskan barang bukti apa saja yang diamankan polisi.

"(Dibawa) Ke ini, Labfor, seperti yang kita ketahui tadi ya," kata Robby ditemui di lokasi.

Tukang parkir bernama Deni (45) mengaku melihat detik-detik Sutrimo tergeletak di lokasi itu. Deni mengaku hanya melihat Sutrimo tergeletak. Dia mengaku tidak melihat kondisi Sutrimo dari dekat.

"Ada, telentang, saya lihat telentang," kata Deni di sekitar lokasi, Senin (27/7).

Deni mengatakan sejumlah orang kemudian mendekat ke Sutrimo. Dia menyebut setelah itu Sutrimo dibawa dengan ambulans.

"Bukan, bukan. Kalau warga, kalau warga sini pastinya tahu tuh. Pasti kenal kalau warga sini gitu. Ya saya tahu sih cuma satu ambulans aja. Mobilnya mobil APV. (Dari rumah sakit mana) nggak merhatiin. Yang saya tahu tuh udah ada ambulans oh ya sudah," katanya.

2. Imbau Keluarga Lapor

Puslabfor Polri menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: (Adhfar Aulia Syuhada/detikcom)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan tiap informasi yang beredar termasuk di media sosial, juga menjadi bagian dari pengusutan petugas. Budi menuturkan pihaknya juga mempersilakan keluarga korban melapor jika merasa ada kejanggalan atas meninggalnya Sutrimo.

"Makanya nanti kita melihat karena selama ini beberapa waktu dari hari kemarin kita mendapatkan postingan-postingan foto, dokumen, ini kan harus ada pendalaman," ucapnya di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (27/7).

"Kita juga memberi ruang kepada keluarga korban yang masih dalam kondisi berduka. Dan kita juga memberikan imbauan apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya," tuturnya.

Namun dilansir detikJateng pada Selasa (28/7), Pihak keluarga mengaku ikhlas dengan kematian Sutrimo. Pihak keluarga tidak berniat untuk melapor ke polisi.

"Mohon maaf ibu (almarhum Sutrimo) sedang sakit, sekarang kondisinya lagi tenang. Mohon maaf kami tidak bisa menerima (wartawan), keluarga sudah mengikhlaskan," terang perwakilan keluarga Sutrimo, Ardi kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

3. Dokter RS Muhammadiyah Dipanggil

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. (Devi P/detikcom) Foto: Devi Puspitasari

Salah satu yang didalami ialah kabar Sutrimo meninggal dengan kondisi mulut berbusa. Tujuannya untuk menjawab pertanyaan apakah benar Sutrimo meninggal dengan kondisi mulut berbusa seperti informasi yang beredar.

"Bahwa penyidik sedang mengirim, sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa. Makanya nanti akan didalami dulu proses tersebut," kata Kombes Budi kepada wartawan, Jumat (31/7).

Dia mengatakan ada sejumlah foto dan video yang viral terkait kematian Sutrimo. Namun kebenarannya harus diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.

"Kita mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar nggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan. Termasuk video-video yang beredar ambulans, keranda jenazah yang dibawa ada CCTV, ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyidik," terang Budi.

4. Bongkar Data di Ponsel Sutrimo

Polisi memeriksa ponsel Sutrimo beserta riwayat interaksi yang ada di dalamnya. Sejauh ini, lima orang saksi sudah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan.

"Ya tentunya (akan memeriksa ponsel). Informasi sekecil apa pun itu pasti akan dilakukan. Tetapi kalau kita berbicara tentang proses penyelidikan substansi materi, itu belum dapat kami sampaikan kepada publik. Karena itu merupakan kerahasiaan dari teman-teman penyelidikan dalam proses ini," kata Budi Hermanto.

Lima saksi yang telah dimintai keterangan adalah AZ dan MOP selaku pengemudi ambulans, MZ selaku pemilik perusahaan ambulans, MA yang diketahui sempat berkomunikasi dengan S, serta AAS selaku pengemudi ambulans yang membawa S dari klinik menuju rumah sakit. Selain memeriksa para saksi, penyelidik mengundang dokter berinisial IK dan seorang pemilik perusahaan ambulans berinisial S untuk memberikan klarifikasi.

"Saudara MA, pihak yang mengenal almarhum dan melihat saksi terakhir kali yaitu Rabu 22 Juli 2024 sekira pukul 20.00 di depan Klinik Mordent," ujarnya.

5. Periksa CCTV

Ilustrasi kamera cctv Foto: Getty Images/Onfokus

Polisi pun memeriksa CCTV untuk mendapatkan petunjuk di kasus tersebut. Penyidik mengumpulkan rekaman CCTV dari klinik serta RS Muhammadiyah Taman Puring untuk pemeriksaan digital forensik.

"Proses penyelidikan masih berlangsung. Penyelidik akan melanjutkan klarifikasi terhadap dokter dan saksi lainnya, melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap rekaman CCTV, serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik," ujar Budi Jumat (31/7).

Simak juga Video: Polisi Imbau Keluarga Lapor Jika Temukan kejanggalan Kematian Sutrimo

(aud/aud)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |