Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaksanaan salat tarawih di Indonesia umumnya terbagi dalam dua praktik, yakni 8 rakaat ditutup 3 witir (total 11 rakaat) dan 20 rakaat ditutup 3 witir (total 23 rakaat). Keduanya memiliki dasar dalam khazanah fiqih Islam dan sama-sama sah.
Merujuk Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, praktik 11 rakaat merujuk pada hadis Aisyah RA yang menyebut Rasulullah SAW tidak pernah menambah salat malam lebih dari 11 rakaat, baik di dalam maupun di luar Ramadan.
Sementara itu, jumhur ulama dari mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali menganjurkan 20 rakaat, merujuk pada praktik yang ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab demi kemaslahatan jamaah.
Bagi warga Jakarta yang mencari masjid dengan pelaksanaan tarawih 8 rakaat, berikut beberapa masjid besar yang dikenal menerapkan format tersebut berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia:
1. Masjid Agung Al-Azhar - Jakarta Selatan
Masjid di Kebayoran Baru ini secara konsisten melaksanakan tarawih 8 rakaat ditutup 3 rakaat witir. Durasi relatif lebih singkat dan menjadi pilihan banyak keluarga.
2. Masjid An-Nashr - Jakarta Utara
Masjid besar di Kelapa Gading, Jakarta Utara ini juga menggelar tarawih 8 rakaat sebelum witir tiga rakaat. Jamaahnya dikenal cukup padat saat Ramadan.
3. Masjid Jami Al Mubarak - Jakarta Barat
Masjid Jami Al Mubarak berlokasi di Jalan Kebahagian, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat. Masjid ini melaksanakan 8 rakaat tarawih sebelum witir tiga rakaat.
4. Masjid Al Fattah - Jakarta Timur
Masjid yang beralamat di Jl. Jatinegara Timur No.48, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara ini juga melaksanakan tarawih 8 rakaat dan 3 rakaat witir selama Ramadan.
5. Masjid Cut Meutia - Jakarta Pusat
Masjid bersejarah di kawasan Menteng ini dikenal melaksanakan tarawih dengan format 8 rakaat ditutup witir.
Tidak Perlu Diperdebatkan
Kitab Al-Muwatta karya Imam Malik mencatat praktik 20 rakaat yang menjadi kesepakatan sahabat di Masjid Nabawi pada masanya. Namun praktik 8 rakaat juga memiliki dasar hadis yang sahih.
Kementerian Agama RI menegaskan, yang terpenting bukan semata jumlah rakaat, melainkan kekhusyukan dan kualitas ibadah. Baik 11 maupun 23 rakaat, keduanya sah selama dilakukan dengan ikhlas dan sesuai rukun salat.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

















































