Niat-Tata Cara Salat Tarawih Lengkap: Imam, Makmum, dan Sendiri

3 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Di Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026 Masehi, umat Islam di berbagai belahan dunia telah mulai melaksanakan ibadah shalat Tarawih sebagai bagian dari tradisi dan semarak Ramadan.

Di Indonesia, terdapat perbedaan penetapan awal Ramadan antara organisasi Islam dan pemerintah, sehingga sebagian umat sudah menunaikan Tarawih sejak Selasa malam, 17 Februari 2026 berdasarkan kalender hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah, sementara keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat menentukan awal Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perbedaan ini juga memengaruhi waktu dimulainya Tarawih di berbagai umat Muslim.

Pengertian Salat Tarawih

Salat Tarawih adalah salat sunnah yang dikerjakan khusus pada malam hari selama bulan Ramadan. Ibadah ini dilaksanakan setelah salat Isya dan sebelum salat Witir. Tarawih termasuk salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar bagi umat Islam.

Secara bahasa, kata tarawih berasal dari bahasa Arab tarwihah yang berarti istirahat. Istilah ini merujuk pada kebiasaan umat Islam pada masa awal yang beristirahat sejenak setelah setiap empat rakaat karena jumlah rakaatnya cukup banyak.

Berbeda dengan salat sunnah lainnya seperti Tahajud atau Dhuha yang bisa dilakukan sepanjang tahun, Tarawih hanya dikerjakan selama bulan Ramadan. Karena itu, ibadah ini menjadi bagian khas dari suasana Ramadan yang penuh keberkahan.

Hukum Sholat Tarawih

Hukum sholat Tarawih adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi laki-laki maupun perempuan.

Keutamaan Tarawih dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW: 

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Hadis ini menunjukkan besarnya pahala bagi umat Islam yang menghidupkan malam Ramadan dengan salat Tarawih.

Sholat Tarawih Berjamaah atau Sendiri

Sholat Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. Keduanya sah dan memiliki keutamaan masing-masing.

Rasulullah SAW pernah melaksanakan Tarawih secara berjamaah selama beberapa malam, namun kemudian tidak melanjutkannya karena khawatir ibadah tersebut dianggap wajib oleh umatnya (HR. Bukhari).

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, pelaksanaan Tarawih berjamaah kembali dihidupkan dan menjadi tradisi hingga sekarang.

Bagi yang tidak sempat ke masjid, Tarawih tetap boleh dikerjakan sendiri di rumah.

Niat Sholat Tarawih Lengkap

Dalam Islam, niat sebenarnya cukup di dalam hati. Namun, ulama memperbolehkan membaca lafaz niat untuk membantu menghadirkan kesadaran saat beribadah. Berikut bacaan niat Tarawih sesuai kondisi pelaksanaannya.

1. Niat Sholat Tarawih sebagai Imam

Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini imaaman lillaahi ta'aalaa.

Artinya:
"Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Tarawih sebagai Makmum

Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aalaa.

Artinya:
"Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

3. Niat Sholat Tarawih Sendiri

Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya:
"Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Berapa Jumlah Rakaat Sholat Tarawih?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul setiap Ramadan adalah jumlah rakaat Tarawih. Dalam praktiknya, terdapat dua pendapat utama yang sama-sama memiliki dasar kuat dalam tradisi Islam.

1. Tarawih 8 Rakaat

Pendapat ini merujuk pada hadis Aisyah RA yang menyebutkan:

"Rasulullah tidak pernah menambah salat malam lebih dari 11 rakaat, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama memahami jumlah tersebut sebagai:

  • 8 rakaat Tarawih

  • 3 rakaat Witir

2. Tarawih 20 Rakaat

Tarawih 20 rakaat (ditambah 3 witir) adalah praktik yang diinisiasi oleh Khalifah Umar bin Khattab dan didukung oleh para sahabat Nabi, menjadikannya pijakan utama mayoritas umat Muslim, terutama dalam mazhab Syafi'i, Hanafi, dan Hambali. Praktik ini dianggap sebagai ijma' (kesepakatan) sahabat dan diakui sebagai sunnah yang dianjurkan.

Kesimpulan Jumlah Rakaat

Baik 8 maupun 20 rakaat sama-sama sah dan memiliki dasar dalam syariat. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan konsistensi dalam menjalankan ibadah.

Tata Cara Sholat Tarawih

Secara umum, tata cara Tarawih sama seperti salat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Membaca niat dalam hati

  2. Takbiratul ihram

  3. Membaca doa iftitah

  4. Membaca Surah Al-Fatihah

  5. Membaca surah pendek

  6. Ruku

  7. I'tidal

  8. Sujud pertama

  9. Duduk di antara dua sujud

  10. Sujud kedua

  11. Berdiri untuk rakaat kedua

  12. Membaca Al-Fatihah dan surah pendek

  13. Ruku hingga sujud

  14. Tasyahud akhir

  15. Salam

Sholat Tarawih dilakukan dengan dua rakaat satu salam hingga mencapai jumlah yang diinginkan, baik 8 atau 20 rakaat. Setelah selesai, dianjurkan untuk menutupnya dengan salat Witir.

Keutamaan Sholat Tarawih

Selain pengampunan dosa, Tarawih memiliki banyak keutamaan, antara lain:

  • Mendapat pahala seperti salat semalam penuh jika dilakukan berjamaah hingga selesai (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

  • Menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah

  • Menghidupkan malam Ramadan

  • Melatih kedisiplinan dan kesabaran dalam beribadah

Tarawih juga menjadi momentum memperbanyak membaca Al-Qur'an, terutama jika dilakukan berjamaah di masjid yang biasanya mengkhatamkan Al-Qur'an selama Ramadan.

Tips Agar Konsisten Sholat Tarawih

Agar bisa menjalankan Tarawih secara rutin selama Ramadan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Istirahat sejenak setelah berbuka agar tidak terlalu lelah

  • Tidak makan berlebihan saat berbuka

  • Datang lebih awal ke masjid

  • Memilih jumlah rakaat sesuai kemampuan

  • Fokus pada kekhusyukan, bukan hanya jumlah rakaat

Konsistensi lebih utama dibandingkan memaksakan diri di awal namun tidak mampu bertahan hingga akhir Ramadan.

(dag/dag)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |