Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang mengira kanker mulut hanya menyerang perokok berat. Namun sejumlah kebiasaan yang sering dianggap sepele ternyata juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini.
Laporan EatingWell menyebut hampir 60 ribu warga Amerika Serikat diperkirakan akan didiagnosis kanker mulut atau kanker orofaring pada 2025. Namun kabar baiknya, sebagian besar kasus sebenarnya bisa dicegah lewat perubahan gaya hidup.
"Kanker mulut sering tidak disadari karena banyak pasien tidak menunjukkan gejala pada tahap awal," kata Jennifer L. Armendariz, RN, FNP-C, AOCNP.
Ia mengatakan, dokter gigi sering kali menjadi pihak pertama yang menemukan perubahan jaringan mulut yang mencurigakan. Deteksi dini dinilai sangat penting karena tingkat kelangsungan hidup pasien bisa meningkat lebih dari 50% bila kanker ditemukan sebelum menyebar ke bagian tubuh lain.
1. Tembakau dan Rokok
Salah satu faktor risiko terbesar kanker mulut adalah penggunaan tembakau, baik rokok maupun tembakau kunyah. Ahli gizi Brannon Blount mengatakan, zat karsinogen dalam tembakau dapat merusak sel di mulut dan tenggorokan sehingga meningkatkan risiko kanker beberapa kali lipat.
Perokok disebut enam kali lebih berisiko terkena kanker mulut dibanding orang yang tidak merokok. Bahkan hampir sepertiga kasus kanker mulut di dunia berkaitan dengan penggunaan tembakau tanpa asap.
"Sebagian besar pasien kanker mulut yang saya temui adalah perokok seumur hidup," ujar Blount.
Meski demikian, berhenti merokok tetap memberikan manfaat besar. Penelitian menunjukkan risiko kanker mulut turun hingga setengahnya setelah lima tahun berhenti memakai tembakau. Setelah 10 tahun, risikonya bisa setara dengan orang yang tidak pernah merokok.
2. Konsumsi Alkohol
Selain rokok, konsumsi alkohol juga meningkatkan risiko kanker mulut. Armendariz menjelaskan alkohol dapat melemahkan lapisan pelindung mulut sehingga jaringan lebih mudah rusak akibat zat karsinogen lain.
Penelitian menemukan konsumsi satu gelas alkohol per hari meningkatkan risiko kanker mulut hingga 40% dibanding orang yang tidak minum alkohol sama sekali. Risiko melonjak menjadi 97% pada orang yang mengonsumsi dua minuman alkohol setiap hari.
Bahkan peminum berat yang mengonsumsi 10 minuman alkohol atau lebih per hari disebut memiliki risiko delapan kali lebih tinggi terkena kanker rongga mulut. Risiko ini disebut jauh lebih tinggi bila kebiasaan minum alkohol dikombinasikan dengan merokok. American Cancer Society menyebut kombinasi keduanya dapat meningkatkan risiko kanker mulut hingga 30 kali lipat.
3. Seks Oral
Kebiasaan lain yang juga dikaitkan dengan kanker mulut adalah seks tidak aman. Virus HPV atau human papillomavirus ditemukan pada sekitar 60% kasus kanker mulut. Virus ini dapat menular melalui seks oral.
Armendariz mengatakan tipe HPV 16 dan 18 berkaitan erat dengan perkembangan kanker mulut. Karena itu vaksin HPV disebut dapat membantu mencegah hingga 90% kanker yang berkaitan dengan HPV, termasuk kanker mulut.
4. Malas Bersihkan Mulut
Selain itu, malas membersihkan gigi dan jarang kontrol ke dokter gigi juga dinilai meningkatkan risiko. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk mendeteksi luka, bercak, atau perubahan jaringan mulut yang berpotensi menjadi kanker.
Penelitian juga menunjukkan pembersihan gigi rutin dapat menurunkan risiko kanker mulut hingga 25%. Orang yang rutin memeriksakan gigi juga disebut memiliki peluang bertahan hidup 23% lebih tinggi bila terkena kanker mulut.
Untuk menurunkan risiko kanker mulut, para ahli menyarankan masyarakat berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, melakukan vaksin HPV, rutin memeriksakan gigi, memakai lip balm dengan SPF, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran kaya antioksidan.
(hsy/hsy)
Addsource on Google


















































