Jakarta -
Sebanyak 26.692 personel gabungan disiagakan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kapolda Jawa Barat (Jabar) Rudi Setiawan mengatakan, personil gabungan berasal dari Polda, Polres, TNI dan instansi terkait lain.
Rinciannya, sebanyak 2.440 personel berasal dari Polda Jabar, 12.657 personel dari jajaran polres, serta 11.595 personel dari unsur Tentara Nasional Indonesia dan berbagai instansi lainnya.
"Dengan pelibatan puluhan ribu personel tersebut, diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Barat dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif," kata Rudi, dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut ia sampaikan saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Ditlantas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (10/3).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Idul Fitri.
Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Erwan Setiawan berharap seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 memperkuat koordinasi di berbagai sektor, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pelayanan kepada masyarakat.
Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di antaranya pengaturan dan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur mudik utama, kesiapan infrastruktur jalan, serta pengamanan di pusat keramaian seperti tempat ibadah, terminal, stasiun, pelabuhan, dan destinasi wisata.
Erwan juga menyoroti pentingnya kesiapan layanan kesehatan serta mitigasi bencana, termasuk penyampaian informasi cuaca kepada masyarakat.
"Pembaruan data dan sosialisasi kepada masyarakat yang akan mudik mengenai kondisi cuaca harus betul-betul dilakukan, baik per hari maupun per jam. Dengan demikian, masyarakat dapat menentukan waktu perjalanan yang aman," kata Erwan.
Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pokok, energi, serta layanan publik lainnya selama periode libur Idul Fitri.
"Insyaallah kami bersama jajaran akan terus melakukan pengecekan, tidak hanya terkait arus mudik tetapi juga ketersediaan bahan pokok, energi, dan layanan publik lainnya," ujar Erwan.
Erwan menjelaskan Jabar memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia dengan total sekitar 50,7 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 97,3% atau lebih dari 49 juta orang beragama Islam sehingga menjadikan Jabar sebagai salah satu jalur utama perlintasan pemudik setiap tahun.
Erwan mengatakan kondisi tersebut menimbulkan tantangan tersendiri dalam pengelolaan lalu lintas, keamanan, ketertiban, serta pelayanan publik selama masa libur Lebaran.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, sekitar 21,52% pemudik nasional atau sekitar 30,97 juta orang berasal dari Jabar dan melakukan perjalanan ke luar daerah.
Sementara itu, pemudik yang masuk ke Jabar diperkirakan mencapai 15,90% atau sekitar 25,09 juta orang.
Lihat juga Video: Doa Bersama Jelang Operasi Ketupat 2026, Menhub-Kakorlantas Hadir
(anl/ega)


















































