11 Perusahaan Jumbo Ngantre IPO, Tidak Ada yang Aset Kecil

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat 11 perusahaan beraset besar yang tengah mengantre untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Ketiganya masuk dalam pipeline pencatatan saham BEI per 30 April 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan bahwa hingga akhir April, sudah ada 1 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Total dana yang berhasil dihimpun dari aksi IPO tersebut mencapai Rp0,3 triliun.

Sampai saat ini, BEI masih memiliki 15 perusahaan yang sedang dalam proses pencatatan saham. Dari jumlah itu, 4 perusahaan memiliki aset skala menengah, sementara 11 lainnya tergolong beraset skala besar.

"Tidak ada atau 0 perusahaan yang beradet kecil (di bawah Rp50 miliar) dalam pipeline IPO bursa," sebagaimana dikutip dari jawaban tertulis, Senin, (4/6/2026).

Klasifikasi tersebut merujuk pada ketentuan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, dengan aset besar berarti memiliki total aset di atas Rp250 miliar. Sementara itu, tidak ada perusahaan beraset kecil dalam pipeline saat ini.

Dari sisi sektoral, 3 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals; 3 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals; 1 Perusahaan dari sektor Energy; dan 1 Perusahaan dari sektor Financials.

Sementara itu ada pula 3 Perusahaan dari sektor Healthcare; 2 Perusahaan dari sektor Infrastructures; dan 2 Perusahaan dari sektor Technology.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |