Jakarta, CNBC Indonesia - Pada akhir 2025 lalu, aplikasi baru di India menjadi sorotan karena digadang-gadang sebagai pengganti WhatsApp. Aplikasi buatan lokal bernama Arattai tersebut bahkan dipromosikan secara besar-besaran oleh pemerintah India.
Para pejabat pemerintah India secara terang-terangan meminta masyarakat untuk menggunakan aplikasi pesan singkat buatan domestik. Langkah ini sejalan dengan upaya India untuk menggenjot industri teknologi dalam negeri dan beralih dari aplikasi-aplikasi yang dikembangkan Amerika Serikat (AS).
Arattai sebenarnya bukan aplikasi yang benar-benar baru. Platform buatan Zoho asal India itu sudah berdiri sejak 2021. Namun, aplikasi ini mendadak menjadi populer pada akhir 2025 dan mampu membukukan pendaftaran pengguna baru harian dari 3.000 menjadi 350.000 pada Oktober 2025.
Bukan cuma tekanan persaingan dari aplikasi lokal, WhatsApp juga menghadapi tantangan regulasi di India. Dikutip dari Reuters, Rabu (4/2/2026), aplikasi buatan Meta tersebut mendapat ancaman keras dari pengadilan tinggi India.
Pada awal pekan ini, pengadilan tinggi India memperingatkan potensi pemblokiran mekanisme pembagian data (data sharing) WhatsApp ke entitas satu grup Meta. Pengadilan tinggi India menilai kebijakan privasi WhatsApp menyesatkan pengguna, kata dua pengacara yang hadir di pengadilan.
WhatsApp sudah terlibat dalam perselisihan dengan regulator antimonopoli India sejak November 2024, ketika regulator tersebut mendenda Meta sebesar US$25,4 juta (Rp426 miliar) dan melarang WhatsApp berbagi data pengguna dengan entitas Meta lainnya untuk tujuan periklanan selama 5 tahun.
Kendati demikian, pengadilan banding mencabut pembatasan data sharing untuk WahtsApp, dengan tetap mempertahankan hukuman denda.
Kedua pihak lantas mengajukan kasasi ke tingkat Mahkamah Agung. Selama sidang pada Selasa (3/2) waktu setempat, Ketua Mahkamah Agung India mempertanyakan kebijakan privasi WhatsApp. Ketua MA menilai kebijakan tersebut dirancang dengan sangat cerdik untuk menyesatkan pengguna.
"Kebijakan privasi Anda dirancang sedemikian rupa sehingga sulit dipahami oleh seorang wanita tua miskin atau (seseorang yang) berasal dari daerah pedesaan)," kata Ketua Mahkamah Agung Surya Kant, menurut para pengacara.
WhatsApp menolak berkomentar tentang pernyataan tersebut, dengan mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam proses hukum.
India adalah pasar terbesar Meta berdasarkan jumlah pengguna.
Mereka tidak mengungkapkan angka spesifik negara, tetapi perusahaan riset DataReportal memperkirakan Facebook memiliki 403 juta pengguna di India dan Instagram 481 juta.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]


















































