Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara di Asia kini tengah meningkatkan kewaspadaan setelah munculnya laporan kasus Hantavirus yang terdeteksi di wilayah tersebut. Penyakit yang bersumber dari hewan pengerat ini menjadi perhatian serius menyusul adanya kasus fatal yang melibatkan penumpang kapal pesiar mewah baru-baru ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memantau persebaran virus ini di kawasan Asia untuk memastikan langkah mitigasi berjalan dengan tepat. Meski risiko secara umum dianggap masih rendah, beberapa pemerintah di Asia mulai memperketat pengawasan terhadap warga yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah terdampak.
Berikut adalah daftar negara di Asia yang telah mendeteksi maupun memiliki sejarah penanganan kasus Hantavirus, dirangkum CNBC Indonesia Jumat (15/5/2026):
Singapura
Otoritas Singapura telah melakukan karantina terhadap dua warga negaranya yang merupakan mantan penumpang MV Hondius. Meski hasil tes keduanya dinyatakan negatif, Badan Penyakit Menular Singapura (CDA) tetap menempatkan mereka di bawah pengawasan selama 45 hari guna memastikan kondisi selama masa inkubasi maksimal.
Jepang
Kementerian Luar Negeri Jepang mengonfirmasi seorang warga negaranya yang berada di kapal tersebut telah dievakuasi ke Inggris dalam kondisi sehat. Warga tersebut kini menjalani pemantauan kesehatan ketat oleh otoritas setempat di Inggris sesuai protokol yang berlaku.
Korea Selatan (Korsel)
Meskipun tidak ditemukan kasus dari kapal pesiar tersebut, Korea Selatan secara rutin mencatat ratusan kasus virus Hantaan setiap tahunnya, terutama di sektor pertanian. Jenis ini menyerang ginjal dengan tingkat kematian yang relatif rendah dibandingkan strain virus yang ditemukan di kapal pesiar. Korea Selatan juga memiliki catatan sejarah penting sebagai lokasi pertama identifikasi Hantavirus oleh ahli virologi Lee Ho Wang.
China
China melaporkan ribuan kasus Hantavirus per tahun dengan jenis Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS), namun belum menemukan infeksi dari jenis yang menyebar di MV Hondius. CDC China terus mengimbau warga untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat sebagai langkah pencegahan utama.
Indonesia
Di dalam negeri, Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus konfirmasi Hantavirus dalam periode 2024 hingga awal 2026. Temuan kasus tersebar di sembilan provinsi, dengan DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat sebagai wilayah yang melaporkan jumlah kasus terbanyak sejauh ini.
(tps/sef)
Addsource on Google


















































