Warganya Gila Kerja, Seoul Bikin Lomba Tidur Siang

8 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah gaya hidup serba cepat dan tekanan kerja tinggi, kota Seoul punya cara unik mengingatkan warganya soal pentingnya istirahat. Pemerintah Kota Seoul pun menggelar lomba tidur siang.

Ratusan anak muda berkumpul di taman tepi Sungai Han pada Sabtu lalu, mengikuti ajang "Power Nap Contest" yang diadakan oleh Seoul Metropolitan Government. Alih-alih kompetisi biasa, peserta justru ditantang untuk tidur sebaik mungkin.

Acara ini digelar dengan aturan unik. Peserta diminta datang dalam kondisi mengantuk, perut kenyang, dan mengenakan kostum bertema "putri tidur" atau "pangeran." Suasana taman yang hangat di bawah sinar matahari musim semi pun berubah jadi area tidur massal.

Fenomena ini mencerminkan realitas di Korea Selatan, yang dikenal sebagai salah satu negara dengan jam kerja tinggi dan tingkat kurang tidur yang serius di antara negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development.

Salah satu peserta, Park Jun-seok (20), mahasiswa yang datang mengenakan jubah ala raja Dinasti Joseon, mengaku hanya tidur tiga hingga empat jam setiap malam.

"Antara persiapan ujian dan kerja paruh waktu, saya cuma bisa menambal kurang tidur dengan tidur sebentar di siang hari," ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (5/5/2026).

Peserta lain, Yoo Mi-yeon (24), seorang guru bahasa Inggris, bahkan datang dengan kostum koala. Ia mengaku mengalami insomnia dan berharap bisa meniru kemampuan tidur hewan tersebut.

"Saya sulit tidur dan mudah terbangun. Koala terkenal bisa tidur nyenyak, jadi saya coba pinjam keberuntungan itu," katanya.

Saat lomba dimulai, para peserta mengenakan penutup mata, sementara panitia memantau detak jantung mereka untuk memastikan kondisi tidur yang stabil, sebagai indikator tidur yang benar-benar nyenyak.

Pemenang lomba tahun ini justru datang dari kelompok usia lanjut, yakni seorang pria berusia 80-an. Sementara posisi kedua diraih oleh Hwang Du-seong (37), pekerja kantoran yang mengaku kelelahan akibat jam kerja panjang dan sering shift malam.

"Saya benar-benar lelah karena sering kerja malam, ditambah harus menyetir untuk pekerjaan. Jadi saat lihat lomba ini, saya ingin benar-benar istirahat," ujarnya.

Ajang yang kini memasuki tahun ketiga ini bukan sekadar hiburan. Pemerintah kota ingin mengangkat isu serius soal kurang tidur yang dialami banyak warganya, sekaligus mengingatkan bahwa istirahat cukup sama pentingnya dengan produktivitas.

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |