Wamenkeu Ungkap Warga Dunia Gila Emas, Simpan 4.025 Ton di 2025

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Juda Agung mengapresiasi peluncuran Exchange Traded-Fund atau ETF Emas yang merupakan bagian dari pendalaman pasar keuangan Tanah Air.

ETF Emas adalah instrumen investasi berupa reksa dana atau sekuritas yang diperdagangkan di bursa saham dan dirancang untuk melacak pergerakan harga emas.

Menurut Juda, investasi emas kini menjadi sangat populer di dunia. Alhasil, minat pasar modal global terhadap ETF berbasis emas ikut meningkat.

"Tahun 2025 aset kelolaan ETF emas global mencapai US$ 559 miliar dengan kepemilikan emas mencapai 4.025 ton," ungkapnya dalam acara Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia dan Peluncuran Produk ETF Emas, Senin (10/8/2026)

Kondisi ini, lanjutnya, mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini di dalam ekosistem investasi global. Oleh karena itu, dia berharap pasar ETF Emas Indonesia bisa bersaing dengan pasar regional dan global.

Dia juga berharap, ETF Emas harus menjadi bagian dari penguatan ekosistem emas nasional. Seperti diketahui, RI telah memulai pengembangan kegiatan usaha bullion atau bank emas di Indonesia pada tahun 2023. Tentunya, ETF Emas akan menjadi pengembangan kegiatan yang turut menopang ekosistem investasi emas di Indonesia.

'Dalam kegiatan usaha bullion, emas tidak hanya berhenti sebagai aset yang disimpan, melalui ekosistem keuangan yang baik emas telah dapat terhubung dengan instrumen investasi dan pasar yang lebih luas," ujarnya.

Dengan demikian, dia yakin pasar bullion RI akan dapat terus berkembang, pasar modal akan juga semakin dalam, dan pada akhirnya masyarakat akan bisa memperoleh alternatif investasi yang semakin beragam.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |