Jakarta, CNBC Indonesia- Rating Director Pefindo, Hendro Utomo memandang prospek penerbitan surat utang korporasi masih cukup baik di 2026 yakni di kisaran Rp 175 Triliun meski angka ini tidak sebaik dengan tahun 2025.
Pefindo menilai penerbitan surat utang konvesional masih didominasi oleh sektor perbankan, multfiinance dan lembaga pemerintah sementara surat utang tematik berbasis ESG banyak didominasi perbankan, lembaga pemerintah dengan mandat khusus, perusahaan sektor EBT.
Sementara penggalangan dana korporasi masih menghadapi tantangan terkait ketidakpastian global yang masih tinggi yang menyebabkan kenaikan yield obligasi / imbal hasil sehingga bisa mengurangi minat emiten menerbitkan obligasi meski di sisi lain tingginya utang jatuh tempo bisa menimbulkan kebutuhan refinancing emiten dan investor.
Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Rating Director Pefindo, Hendro Utomo dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 17/03/2026)
Add
source on Google


















































