Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah tensi geopolitik yang kian memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, dunia dibayangi ancaman krisis energi yang tak bisa dianggap remeh. Ketidakpastian merambat ke berbagai sektor, mendorong harga komoditas melonjak dan membuat banyak negara waspada.
Namun di balik gejolak tersebut, ada dinamika lain yang tak kalah menarik. Ketika rantai pasok energi global terganggu, permintaan terhadap komoditas alternatif justru meningkat tajam.
Indonesia, sebagai salah satu pemain utama dunia dalam ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan batu bara thermal, berada di posisi yang diuntungkan. Lonjakan harga pasca konflik membuka peluang besar, menjadikan komoditas andalan nasional semakin bernilai di pasar global.
Selengkapnya, kita akan bahas bersama dalam: Fakta di Balik Perang AS-Iran, Ternyata RI Raup Cuan.
Selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Senin, 30/03/2026) berikut ini.
Add
source on Google


















































