Jakarta -
QS World University Rankings (QS WUR) kembali merilis hasil pemeringkatan internasional perguruan tinggi untuk tahun 2027. Pemeringkatan QS WUR 2027 ini diumumkan di laman resminya pada hari ini.
Hasil pemeringkatan dalam QS WUR 2027 menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). UMY menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) dan perguruan tinggi Islam yang masuk dalam pemeringkatan global tersebut.
Di tingkat nasional, UMY menempati peringkat ke-14 dari 20 universitas di Indonesia yang berhasil masuk dalam QS WUR 2027. Capaian ini sekaligus mengukuhkan UMY sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik kedua secara nasional, dan kampus Islam terbaik di Indonesia. Sementara itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat 3 universitas yang mampu meraih rekognisi global, dan UMY menjadi universitas terbaik kedua setelah Universitas Gadjah Mada (UGM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dua tahun terakhir, skor UMY berhasil naik lebih dari dua kali lipat dari edisi 2025. Kenaikan skor terbesar terjadi di indikator International Research Network dan Employment Outcomes yang masing-masing naik 100 persen, serta Employer Reputation yang naik sebesar 83 persen.
Rektor UMY, Prof. Achmad Nurmandi menyebutkan berbagai faktor utama di balik konsistensi kenaikan capaian dalam pemeringkatan global ini.
"Jajaran pimpinan berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran, inovasi dan hilirisasi penelitian, dan pengabdian berdampak. Komitmen ini diikuti dengan kesadaran dan kemampuan civitas academica dalam meningkatkan capaian kinerja untuk memenuhi standar mutu, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujar Prof. Nurmandi dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
Berdasarkan metodologi QS WUR, sebuah institusi harus memenuhi tiga syarat utama untuk dapat berpartisipasi dalam pemeringkatan dunia. Pertama, berada di jajaran 20 persen teratas dunia berdasarkan Academic Reputation. Kedua, memiliki minimal 100 artikel terindeks Scopus dalam lima tahun terakhir. Terakhir, institusi tersebut wajib sudah terdaftar dan bertahan dalam pemeringkatan regional QS.
Ke depan, Nurmandi menargetkan UMY masuk dalam jajaran peringkat top 1.000 dunia.
"Harapannya, UMY masuk ke jajaran top 1000 universitas di dunia. Untuk itu, kami akan terus memperkuat kualitas akademik dan alumni yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Kolaborasi dengan industri dan mitra global terus ditingkatkan" imbuhnya lagi.
Sementara itu, Wakil Rektor Mutu, Reputasi dan Kemitraan, Prof. Slamet Riyadi mengatakan hal senada.
"Komitmen terhadap mutu ini didukung dengan sinergi antar unit dan integrasi sistem sehingga Universitas dapat memenuhi standar internasional di tengah kompetisi global yang sangat ketat," jelasnya.
Prof. Slamet Riyadi menegaskan bahwa tren kenaikan ini berdampak nyata terhadap reputasi dan visibilitas UMY. Sejalan dengan capaian tersebut, UMY kini menargetkan peningkatan kuantitas dan kualitas kemitraan internasional di berbagai benua lainnya.
"UMY secara konsisten meraih reputasi dunia. Ini membuktikan bahwa PTMA mampu bersaing ditingkat global dengan mengimplementasikan nilai-nilai Islam," ujar Slamet.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Reputasi Global UMY Mega Hidayati menyampaikan bahwa terdapat penurunan jumlah universitas di Indonesia yang meraih pemeringkatan QS WUR. Jika tahun lalu terdapat 26 universitas dari Indonesia yang menembus QS WUR, kini hanya tersisa 20 institusi yang meraih peringkat.
"Pada edisi QS WUR 2027, dari total 8.808 institusi dari 106 negara yang dievaluasi, hanya 1.504 atau sekitar 17 persen saja yang berhasil masuk dalam pemeringkatan resmi. Hal ini membuktikan UMY berdaya saing global secara konsisten," tutup Mega.
Tonton juga video "Dua Pelaku Mutilasi Mahasiswa UMY Divonis Hukuman Mati!"
(akd/ega)
















































