Umur Tambang Emas Pongkor Antam Bisa Panjang, Ini Syaratnya

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID membidik perpanjangan masa operasional tambang emas milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Pongkor, Jawa Barat. Hal itu lantaran proyeksi perusahaan pada tambang emas Pongkor yang umur operasinya hanya bertahan hingga tahun 2030 mendatang.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, upaya perpanjangan umur tambang emas Pongkor terkendala oleh regulasi status kawasan hutan dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Hal itu lantaran adanya perubahan status lahan di area operasional tambang bawah tanah tersebut.

"Antam saja Pak sampai saat ini kekuatannya sudah napasnya sudah di ujung leher Pak karena dia hanya mengandalkan yang legalnya saja, hanya Pongkor di Bogor. Itu pun hanya kalau bisa bertahan sampai 2030," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026).

Maroef menyebutkan bahwa lokasi tambang di Jawa Barat tersebut mengalami ketidakpastian status hukum lahan setelah terjadi perubahan peruntukan wilayah oleh pemerintah setempat. Padahal, kepastian status kawasan sangat menentukan kemampuan perusahaan dalam merencanakan eksplorasi dan produksi jangka panjang.

"Ada kendala regulasi berhubungan dengan Pemda Jawa Barat. Ada perubahan status kawasan hutan. Sudah sebelumnya bukan kawasan hutan terus berubah lagi statusnya menjadi kawasan hutan," katanya.

Dengan begitu, pihaknya mengharapkan dukungan dari parlemen untuk membantu sinkronisasi regulasi antara kementerian terkait dengan pemerintah daerah. Hal itu dinilai menjadi syarat utama guna memberikan kepastian hukum bagi operasional Antam sehingga masa operasional di wilayah tersebut dapat terus berlanjut.

"Ini yang salah satu mungkin kami mohon bantuan dari Bapak-bapak anggota yang terhormat untuk bisa kami dibantu untuk memperpanjang napasnya Antam khususnya di Pongkor," tandasnya.

Asal tahu saja, Antam sendiri tengah gencar mencari sumber cadangan emas baru, termasuk menjajaki peluang eksplorasi hingga ke luar negeri. Hal tersebut menyusul cadangan emas di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor yang kian menipis.

Sebelumnya, Direktur Utama Antam Untung Budiharto membeberkan produksi emas dari UBPE Pongkor saat ini berada di bawah 1 ton per tahun, bahkan hanya sekitar 450 kilo gram (kg) per tahun.

"Kita saat ini hanya bisa di bawah 1 ton Pak, malah 450 kg per tahun Pak, sehingga ini sangat minim sekali dan satu-satunya tambang emas yang dimiliki oleh Pongkor, di Antam itu Pongkor Pak," ungkap Untung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, belum lama ini.

Oleh karena itu, guna memenuhi kebutuhan produksi, Antam selama ini mengandalkan berbagai sumber. Mulai dari program buyback, pembelian dari pabrik dalam negeri, hingga impor dari luar negeri apabila terjadi kekurangan pasokan.

Di sisi lain, perusahaan juga telah mendapatkan penugasan untuk melakukan eksplorasi sumber cadangan baru di dalam negeri. Kegiatan tersebut akan diawali dengan kajian sosial di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur.

"Hanya saja, waktunya enggak bisa cepat Pak itu. Kalau saya tanya, 5 tahun baru bisa ditambang Pak, untuk mendapatkan cadangan dan resource yang ada di sana," katanya.

Selain kegiatan eksplorasi di dalam negeri, Antam juga tengah menyiapkan sejumlah strategi lain untuk memperkuat cadangan emas. Salah satunya yakni penjajakan ekspansi eksplorasi di luar negeri, termasuk di Arab Saudi.

"Serta menjajaki peluang eksplorasi luar negeri yang kami lakukan saat ini di Arab Saudi. Strategi ini dirancang untuk menyeimbangkan optimalisasi aset yang ada dengan membuka peluang pertumbuhan yang baru," ujar Untung.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |