Telkomsel Cari Warga RI yang Mau Buka Perusahaan AI, Mau Dimodali

8 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Program NextDev dari Telkomsel tahun ini menekankan integrasi kecerdasan buatan (AI) sebagai komponen utama dalam setiap proposal bisnis finalis.

Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, mengatakan, dari ratusan pendaftar terpilih 10 technopreneur terbaik dari seluruh wilayah.

Dia menjelaskan, proses seleksi dimulai dari ratusan pendaftar yang kemudian disaring secara bertahap hingga tersisa 10 finalis.

"Jadi ada sekitar 270 registran yang mendaftarkan untuk program ini. Yang kita mulai di bulan September. Kemudian dari situ kita filter jadi 200 terbaik gitu. Kemudian di filter lagi menjadi 18," ujar Fahmi saat media briefing NextDev Summit di Jakarta, Kamis (9/4/2025).

"Dan terakhir kita hari ini 10 terbaik dari seluruh wilayah Indonesia," imbuhnya.

Menurutnya, hal yang menjadi pembeda NextDev tahun ini adalah penyuntikan kapabilitas AI pada setiap ide bisnis peserta.

"Yang spesial di event NextDev tahun ini adalah kita menginject AI capabilities di setiap usulan program bisnis mereka. Sehingga mudah-mudahan dengan program ini selain daripada mereka punya proposal bisnis yang ada, mereka juga sudah menginject AI capabilitiesnya," kata Fahmi.

Ia menambahkan, penggunaan AI dinilai penting karena dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat pengembangan produk.

"Kenapa kita harus inject gitu? Karena salah satu manfaatnya adalah efisiensi dari sisi waktu dan budget. Jadi balik lagi kenapa AI itu penting? Ya karena memang untuk membantu mereka dalam efisiensi budget, efisiensi waktu. Dan juga mengeksplorasi produk yang mereka usulkan," jelasnya.

Pada tahap final, para peserta menjalani sesi pitching untuk menentukan pemenang. "Hari ini sedang dilakukan pitching gitu ya. Dan mudah-mudahan nanti sore sudah terpilih lah yang terbaik," tambahnya.

Lebih lanjut, Fahmi mengatakan Telkomsel juga telah mengubah konsep NextDev dalam dua tahun terakhir. Jika sebelumnya menggunakan pendekatan berbasis track seperti digital lifestyle, game, atau environment, kini program dibuka untuk seluruh solusi yang terintegrasi AI.

"Startup yang bergerak di digital lifestyle, games, environment, sekarang kita tidak pakai lagi dengan tracknya. Tapi kita buka opening untuk seluruh peserta yang memang punya bisnis yang memang sudah terintegrasi dengan AI," jelas Andry Priyo Santoso GM Corporate Social Responsibility Telkomsel dalam kesempatan yang sama.

Ia menyebutkan, 10 technopreneur yang lolos ke tahap final membawa beragam model bisnis berbasis AI, meskipun terdapat beberapa yang memiliki kemiripan solusi.

"Makanya sekarang ini ada 10 technopreneur yang kita dapat finalisnya. Itu ada banyak banget bisnis yang sudah diterapkan AI. Dan ada 1 atau 2 yang memang agak sejenis," kata Andry.

Mengusung tema "Unleashing AI Impact", NextDev tahun ini digelar di tengah melemahnya pendanaan technopreneur di Asia Tenggara.

Program ini sekaligus menjadi upaya Telkomsel mendorong lahirnya solusi digital berbasis AI yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

Telkomsel menilai AI kini telah berkembang menjadi akselerator utama inovasi. Selain meningkatkan efisiensi, teknologi ini juga dinilai mampu mempercepat validasi produk technopreneur serta memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, baik di tingkat nasional maupun global.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |