Tawuran di Ciputat Dipicu Aksi Geber Motor saat Warga Pasang Umbul-umbul

1 day ago 5
Tangerang Selatan -

Tawuran antarremaja terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu (2/8) pagi. Tawuran ini dipicu oleh aksi geber motor salah seorang pengendara saat warga sedang memasang umbul-umbul 17-an.

Kapolsek Ciputat Timur Bambang Askar Sodiq menyampaikan tawuran ini terjadi antara anak-anak Gang Nurul Huda dan Gang Swadaya. Saat peristiwa terjadi, anak-anak Gang Swadaya sedang memasang umbul-umbul 17-an.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya warga Swadaya itu informasinya mau memasang umbul-umbul untuk kemerdekaan. Ada motor yang nggak tahu motor siapa, nggak jelas juntrungannya, motor itu digeber-geber gitu. Nah, di situ emosilah, yang jadi pemantik," jelas Bambang saat dimintai konfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Kemudian, kata Bambang, kedua kelompok remaja ini masing-masing memiliki akun media sosial. Lewat medsos itu, kedua kelompok saling pancing.

"Ditambah lagi dengan media sosial, masing-masing kelompok, geng itu, punya medsos. Nurul Huda sama itu punya medsos juga. Trigger-nya dari medsos, pancing-pancingannya dari sana. Saling postingan itu tadi, ada yang saling nantang, ada yang lewat DM juga," tutur Bambang.

Bambang menjelaskan, terkait peristiwa tersebut, pihaknya telah melakukan penyisiran hingga akhirnya berhasil mengamankan sejumlah remaja yang diduga terlibat tawuran. Lebih lanjut, pihaknya juga mendirikan posko di sekitar lokasi kejadian sebagai langkah antisipatif.

"Kita posko-in, buat, kita buat tiga pos di situ. Nah, tugas kami kan bagaimana bisa memenangkan dan menenangkan hati dan pikiran warga kan? Itu yang pasti. Tiga hari kan (sweeping). Minggu, Senin, Selasa ya," terang Bambang.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang sekaligus meluruskan video viral yang memperlihatkan sekelompok orang bertopeng dengan narasi adanya teror di wilayah tersebut. Dia menegaskan sekelompok orang yang disebut bertopeng itu merupakan anak-anak yang mengenakan helm serta masker untuk melindungi diri.

"Bukan teror. Ini saya sampaikan biar clear, biar tidak ada ketakutan masyarakat ada teror. Bukan. Itu anak-anak, itu helm. Biar nggak terkena, tapi penampilannya menggunakan itu helm. Ada helm, ada masker juga. Kita kan ngamankan," imbuhnya.

(kuf/isa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |