Tanker Thailand-Malaysia Sudah Lolos Lewat Selat Hormuz, RI Gimana?

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal minyak milik China, Thailand dan juga Malaysia berhasil diizinkan lolos untuk melewati Selat Hormuz oleh Iran. Lantas, bagaimana nasib tanker RI?

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui bahwa upaya untuk mengevakuasi kapal kargo minyak Indonesia dari Selat Hormuz menghadapi tantangan yang tidak mudah. Pemerintah hingga saat ini masih terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk mencari jalan keluar.

"Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Tapi komunikasi terus kita bangun," ungkap Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Perlu diketahui, sekitar 20% impor minyak RI berasal dari Timur Tengah yang harus dikirim melalui Selat Hormuz.

Sebagai antisipasi, Pemerintah Indonesia berupaya untuk mencari sumber pasokan minyak dari negara lain guna menggantikan pasokan yang selama ini dikirim melalui Selat Hormuz.

"Impor crude kita dari Middle East itu 20%. Dan sekarang kami sudah menemukan sumber crude baru selain dari Middle East. Tolong jangan tanyakan lagi dari mana. Yang jelas insya Allah semuanya ada," ujar Bahlil.

Seperti diketahui, ada 4 kapal milik PT Pertamina (Persero) yang sempat tertahan di perairan Timur Tengah saat Perang Isral-Amerika Serikat dan Iran meletus pada 28 Februari 2026 lalu.

Namun, pada pertengahan Maret 2026, dua tanker Pertamina berhasil keluar dari area Timur Tengah, yakni PIS Rinjani dan PIS Paragon. Namun demikian, kedua kapal PT Pertamina International Shipping (PIS) tersebut bukan untuk melayani pasokan minyak RI, melainkan untuk pihak ketiga ke negara lain.

"Nah kebetulan itu adalah untuk non-captive market. Jadi bukan untuk Pertamina. Jadi satu menuju ke Kenya dan satu menuju ke India," ungkap Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam Konferensi Pers Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026, di Kantor BPH Migas, Kamis (12/3/2026).

Sementara dua kapal milik Pertamina lainnya hingga saat ini masih berada di dalam kawasan teluk. Kedua kapal yang masih tertahan itu adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunuro.

VLCC Pertamina Pride untuk pasar domestik RI, sementara Gamsunoro untuk melayani pihak ketiga, bukan untuk pasar RI.

Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak baik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan lainnya.

"Kita juga mendorong supaya tentunya bersama-sama situasi di sana semakin baik. Sehingga kargo-kargo kita bisa kemudian beroperasi dan melewati lokasi itu dengan baik," tegas Simon.

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |