Siapa Ahmad Vahidi? Jenderal Veteran yang Kini Jadi "Otak Perang" Iran

6 hours ago 3

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

30 March 2026 20:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah perang yang terus membara, menarik melihat siapa sosok jenderal yang kini menjadi panglima serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Sosok yang kini berada di level tertinggi itu adalah Ahmad Vahidi. Dia naik memimpin Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran pada awal Maret 2026, menggantikan Mohammad Pakpour yang tewas dalam fase awal serangan gabungan AS-Israel ke Iran.

Dalam struktur Republik Islam Iran, IRGC bukan sekadar pasukan militer biasa, melainkan salah satu pilar utama keamanan negara yang dibentuk untuk menjaga sistem Republik Islam dan melindungi revolusi.

Karena berada di garis depan kekuatan militer Iran serta langsung berada di bawah otoritas Pemimpin Tertinggi Iran (Supreme Leader), Mojtaba Khamenei, posisi pemimpin IRGC menjadi sangat strategis, terutama di tengah tekanan perang terbuka dan kebutuhan menjaga kesinambungan komando.

Vahidi sendiri bukan sosok baru di dunia keamanan Iran. Dia merupakan figur lama yang tumbuh dari dalam tubuh IRGC, mengawali karier di intelijen, operasi luar negeri, hingga kemudian masuk ke pusat kekuasaan pemerintahan.

Latar Belakang dan Perjanan Karier

Ahmad Vahidi lahir pada 1958 di Shiraz, Iran. Dia bergabung dengan IRGC setahun setelah Revolusi Iran pada 1979. Sejak awal, jalur karier Vahidi tidak hanya terbentuk di medan operasi, tetapi juga dalam dunia intelijen dan organisasi keamanan negara.

Secara akademik, Vahidi juga memiliki bekal pendidikan yang cukup kuat. Dia tercatat menempuh studi teknik elektro dan meraih gelar doktor di bidang strategic studies. Latar pendidikan ini menunjukkan bahwa dirinya dibentuk bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai figur yang memahami strategi dan perencanaan pertahanan dalam level yang lebih luas.

Dalam perjalanan kariernya, Vahidi termasuk figur yang relatif cepat naik di tubuh IRGC. Dia pernah menjabat deputi keamanan internal di unit intelijen IRGC, lalu menjadi kepala intelijen IRGC pada 1983. Namanya juga dikaitkan dengan fase awal pembentukan Ministry of Intelligence and Security (MOIS), salah satu lembaga intelijen terpenting di Iran.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa Vahidi bukan hanya dibentuk sebagai komandan tempur, tetapi juga sebagai figur yang memahami kerja intelijen, keamanan internal, dan manajemen ancaman dari dalam negeri. Ini menjadi modal penting bagi seorang pemimpin IRGC, mengingat Garda Revolusi punya fungsi yang jauh lebih luas dibanding militer konvensional.

Pada pertengahan 1980-an, Vahidi juga disebut terlibat dalam kontak rahasia antara Iran dan pihak yang dekat dengan pemerintahan Presiden Ronald Reagan di AS. Episode ini memperlihatkan bahwa sejak dini dia sudah bergerak di ruang yang sangat sensitif, yakni persimpangan antara keamanan, diplomasi tidak resmi, dan strategi negara.

Pernah Pimpin Pasukan Quds

Salah satu fase terpenting dalam karier Ahmad Vahidi adalah ketika dia menjadi komandan pertama Quds Force. Unit ini dibentuk sebagai cabang IRGC yang mengelola operasi eksternal Iran, sekaligus mengonsolidasikan unit-unit yang sebelumnya tersebar ke dalam satu struktur komando.

Posisi ini sangat penting karena Pasukan Quds selama ini dikenal sebagai salah satu instrumen utama Iran untuk membangun pengaruh di luar negeri. Dari sinilah nama Vahidi punya bobot besar dalam sejarah mesin proyeksi kekuatan Iran.

Dia memimpin Quds Force hingga 1997 atau 1998, sebelum posisi itu kemudian dilanjutkan oleh Qassem Soleimani.

Kariernya Masuk ke Jantung Pemerintahan

Setelah meniti karier di IRGC dan Pasukan Quds, perjalanan karier Vahidi bergerak lebih dekat ke pusat kekuasaan Iran. Dia masuk ke Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata, yang awalnya sebagai deputi perencanaan, lalu menjadi wakil utama menteri pertahanan.

Namun, pada masa jabatan kedua Mahmoud Ahmadinejad yang dimulai pada 2009, Vahidi makin menonjol dan kemudian menjabat sebagai menteri pertahanan Iran.

Dalam posisinya sebagai menteri pertahanan, dia mendorong pengembangan berbagai persenjataan konvensional Iran, mulai dari tank, pesawat tempur, rudal, hingga kendaraan lapis baja. Setelah itu, dia juga pernah memimpin Defense Strategic Research Center dan duduk di Strategic Council on Foreign Affairs, badan penasihat yang dibentuk Pemimpin Tertinggi Iran.

Pernah Memegang Kendali Keamanan Dalam Negeri

Sebelum kini berada di puncak komando IRGC, Ahmad Vahidi juga sempat menduduki jabatan yang sangat sensitif, yakni Menteri Dalam Negeri Iran pada 2021 di era Presiden Ebrahim Raisi.

Posisi ini sangat penting karena Kementerian Dalam Negeri memegang peran besar dalam keamanan domestik, termasuk koordinasi aparat ketika negara menghadapi gejolak sosial dan politik.

Selama menjabat, Vahidi disebut memperkuat peran para gubernur dan menunjuk banyak figur berlatar belakang IRGC ke posisi-posisi sipil. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatannya dalam mengelola pemerintahan sangat dipengaruhi oleh logika keamanan dan kontrol negara.

Pengalaman memegang sektor keamanan dalam negeri ini membuat profil Vahidi menjadi semakin lengkap.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |