Rupiah Cetak Rekor Terlemah Baru, Dolar AS Kini Tembus Rp17.410

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah kembali ditutup di level terlemah sepanjang masa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Tekanan ini terjadi seiring pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026.

Merujuk data Refinitiv, Rupiah ditutup melemah 0,26% ke level Rp17.410/US$. Posisi tersebut sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp17.380-Rp17.445/US$. Pelemahan ini juga memperpanjang tren pelemahan mata uang Garuda menjadi lima hari perdagangan beruntun.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau menguat tipis 0,07% ke level 98,446.

Pergerakan rupiah sepanjang hari ini terjadi di tengah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5,61% secara tahunan atau year-on-year/yoy. Laju pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan kuartal IV-2025 sebesar 5,39% yoy maupun periode yang sama tahun sebelumnya atau kuartal I-2025 sebesar 4,87% yoy.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada kuartal I-2026," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Capaian tersebut juga berada di atas ekspektasi pasar. Berdasarkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga/institusi, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelumnya diperkirakan mencapai 5,40% secara tahunan atau year-on-year/yoy. Sementara secara kuartalan, ekonomi diproyeksi terkontraksi 1,0% dibandingkan kuartal sebelumnya atau quarter-to-quarter/qtq).

Namun, rilis data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi belum mampu menopang rupiah.

Mata uang Garuda tetap tertekan terhadap dolar AS seiring kuatnya tekanan eksternal, terutama penguatan indeks dolar AS dan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap aset negara berkembang.

Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus hadir di pasar untuk meredam tekanan terhadap rupiah melalui langkah intervensi yang terukur.

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G. Hutapea melalui keterangan tertulis.

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |