Prabowo Pamer Australia, India dan Filipina Borong Pupuk RI

4 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz membuat banyak negara panik karena berdampak pada distribusi energi dan bahan baku pupuk dunia.

"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah. Selat Hormuz ditutup, 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz," ujar Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu lalu (16/5).

Prabowo mengaku mendapat laporan dari Menteri Pertanian bahwa sejumlah negara mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia. Dia pun menyebut Australia meminta bantuan pembelian 500 ribu ton urea dari Indonesia.

"Australia minta tolong kita. Kita jual ke Australia 500 ribu ton urea," ujar Prabowo.

Tak hanya Australia, Prabowo mengatakan sejumlah negara lain juga mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia, mulai dari Philippines, India, Bangladesh hingga Brasil.

"Filipina minta ke kita, India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya, bantu semua," kata Prabowo.

Atas permintaan ini, Prabowo mengatakan pemerintah memutuskan membantu negara-negara tersebut dan menilai posisi Indonesia kini mulai berubah menjadi negara yang mampu memberi bantuan.

"Kita tidak euforia, tidak sombong. Tapi kita sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan," tegasnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengungkapkan ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia mencapai sekitar Rp7 triliun dengan total volume 500.000 ton.

Capaian ini menjadi simbol penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok pupuk global sekaligus menandai perubahan dari negara yang sebelumnya menghadapi persoalan pasokan menjadi negara dengan surplus produksi pupuk nasional. Pada tahap awal, Indonesia mengekspor 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar.

"Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton," ujarnya.

Mentan Amran mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan daya saing industri pupuk nasional semakin kuat dan membuka peluang pasar baru di berbagai negara.

Menurut Mentan Amran, setelah Australia, pemerintah mulai mengarahkan penguatan pasar ekspor pupuk nasional ke sejumlah negara strategis lain seperti India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh.

"Selain itu dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton dan beberapa negara lain juga berminat meminta yaitu Filipina, Brasil, Bangladesh dan ada beberapa negara lagi tadi kami menerima laporan negara yang berminat pupuk urea dari Indonesia. Ini yang kita syukuri dan banggakan," ungkapnya.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |