Orang-orang berkumpul di Lima, Peru, Selasa (17/2/2026), setelah Kongres menggulingkan Presiden Jose Jeri menyusul skandal pertemuan rahasia dengan seorang pengusaha China. Sejumlah warga tampak merayakan keputusan tersebut usai pemungutan suara mayoritas di parlemen. (REUTERS/Angela Ponce)
Warga turun ke jalan di pusat kota membawa spanduk dan meneriakkan yel-yel, mengekspresikan kemarahan atas skandal yang menyeret Jeri, termasuk tuduhan terkait pertemuan larut malam di istana presiden. (REUTERS/Angela Ponce)
Dalam pemungutan suara, 75 anggota parlemen mendukung pencopotan Jeri yang baru menjabat empat bulan, sementara 24 menolak dan tiga abstain. Kongres menggunakan mekanisme kecaman yang hanya membutuhkan mayoritas sederhana, berbeda dengan pemakzulan yang memerlukan 87 suara. (REUTERS/Angela Ponce)
Skandal yang dijuluki “Chifagate” bermula ketika Jeri terekam tiba larut malam di sebuah restoran China dengan mengenakan tudung untuk bertemu pengusaha China Zhihua Yang, yang memiliki konsesi proyek energi. Pertemuan itu tidak pernah diungkapkan kepada publik. (REUTERS/Angela Ponce)
Jeri menyatakan akan menghormati hasil pemungutan suara. Para legislator kini akan memilih ketua Kongres baru yang otomatis menjadi presiden, setelah Fernando Rospigliosi menolak mengambil alih jabatan, menjadikan Peru bersiap memiliki presiden kedelapan dalam delapan tahun terakhir. (REUTERS/Angela Ponce)


















































