Sisa lumpur masih menempel di lantai dan dinding rumah-rumah warga di Kampung Carewed, Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026). Sejumlah warga tampak sibuk membersihkan perabotan yang terendam banjir sehari sebelumnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Kasur dijemur di tepi jalan, lemari pakaian dikeluarkan dari dalam rumah, sementara peralatan elektronik yang rusak diletakkan terpisah di halaman. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bogor selama sekitar dua jam pada Rabu (11/2) kemarin. Air datang secara tiba-tiba dan dengan cepat merendam akses jalan serta permukiman warga. Arus yang deras bahkan menjebol beberapa bagian rumah dan meninggalkan retakan pada dinding bangunan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Salah satu warga RT 04/RW 01 Desa Cijayanti menduga banjir dipicu oleh dampak pembangunan Perumahan Cluster Sanctuary di kawasan Sentul City. Ia menyebut, sejak kebun dan sawah di sekitar kampung berubah menjadi kawasan perumahan mewah sekitar lima tahun lalu, banjir mulai rutin terjadi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
“Bencana banjir ini sudah kami alami sejak 2021 ketika perumahan itu berdiri. Dulu ketinggian air sekitar 60 sampai 100 sentimeter, sekarang bisa mencapai dua meter,” ujarnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, kerugian material dialami warga. Peralatan elektronik, kasur, hingga lemari pakaian banyak yang rusak akibat terendam air. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 131 unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Di tengah upaya pemulihan, warga terlihat memilah pakaian yang masih bisa dicuci dan digunakan kembali. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Seorang warga yang memiliki usaha rental peralatan outdoor tampak membersihkan sepatu, tenda, serta perlengkapan camping lainnya yang tersapu banjir. Aktivitas bersih-bersih itu menjadi pemandangan yang mendominasi kampung, seiring warga berupaya bangkit dari terjangan banjir yang disebut lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

















































