Jakarta -
Lahan seluas 27 hektare di wilayah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, terbakar. Jajaran Polres Pelalawan bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, hingga regu pemadam kebakaran (RPK) perusahaan swasta turun bersama-sama memadamkan api.
Kebakaran di dua titik itu dilaporkan terjadi sejak Minggu (1/8). Hingga saat ini petugas gabungan dipimpin oleh Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara masih terus melakukan pemadaman.
Kebakaran terjadi di titik pertama Lingkungan Air Kuning, Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, dengan koordinat 0°8'0.78" S, 102°19'17.65" E. Objek yang terbakar merupakan lahan gambut semak belukar milik masyarakat dengan luas sekitar 15 hektare.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titik hotspot kedua berada di Dusun Sungai Buluh, Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, dengan koordinat 0°0'49.14" S, 102°20'9.06" E. Luas lahan yang terbakar mencapai 12 hektare.
Adapun personel yang dilibatkan dalam pemadaman terdiri atas Polri BKO polres 20 personel, Polsek Kerumutan 9 personel, Polsek Pkl Kuras 5 personel, Polsek Pkl Lesung 2 personel, Polsek Ukui 5 personel. TNI 6 personel, BPBD 14 personel, Manggala Agni 24 orang, RPK PT. SLS 11 orang, RPK PT. GH 25 orang, dan 10 orang masyarakat.
"Kami bersama TNI, BPBD, Manggala Agni dan perusahaan tidak akan berhenti melakukan pemadaman sampai api benar-benar padam. Ini bentuk komitmen kita menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat Pelalawan dari dampak asap," kata John Lous, dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Polisi, TNI, BPBD, hingga Manggala Agni turun memadamkan karhutla di Kerumutan, Pelalawan, Rabu (5/8/2026). Foto: dok. Istimewa
2 Heli Water Bombing Dikerahkan
Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan 2 unit ministrike Polres Pelalawan, 4 unit ministrike PT SLS, 2 unit Ministrike PT GH, 2 unit ministrike BPBD, dan 1 unit mesin pompa besar PT GH.
Selain itu, pemadaman udara juga dilakukan dengan mengerahkan 2 unit heli water bombing milik BNPB, dan 1 unit alat berat. Lokasi kebakaran memiliki jarak tempuh yang cukup jauh, yakni sekitar 25 kilometer dari Polsek Kerumutan.
Upaya yang dilakukan meliputi pemadaman langsung di titik api, pembuatan sekat bakar, dan pendinginan. Kendala di lapangan yaitu cuaca sangat panas ditambah angin kencang sehingga memperluas titik api dan menyulitkan pemadaman.
Hingga laporan ini disampaikan, kondisi terakhir titik api di kedua lokasi masih menyala. Tim gabungan terus melakukan penyiraman dan pemantauan untuk mencegah api meluas.
Polres Pelalawan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pelaku pembakaran lahan dan hutan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
(mea/dhn)


















































