Pertagas OKA Bawa Sederet Inovasi untuk Kesejahteraan Petani dan UMKM

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Gas Operation Kalimantan Area (Pertagas OKA) menjadi salah satu perusahaan yang menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dengan melalui inovasi di bidang lingkungan yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan. Inovasi tersebut memusatkan penyelesaian masalah pada sistem pengelolaan air Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara dan bermuara pada pemanfaatan air bersih di bidang pertanian hingga kebutuhan sehari-hari.

Inovasi ini merupakan merupakan bagian dari strategi keberlanjutan program Corporate Social Responsibility PT Pertamina Gas OKA yang keempat kali berturut-turut mendapatkan penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dengan peringkat Emas dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Inovasi yang dilakukan yakni Karya Akselerasi Desa Sejahtera di Kecamatan Samboja, kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur (Karyadarsa). Adapun Inovasi Karyadarsa memiliki tiga subprogram, meliputi Tirta Karya, Tani Karya, dan Niaga Karya.

Karyadarsa berangkat dari permasalahan tercemarnya sumber dan mengakibatkan akses air bersih minim. Kualitas dan sistem distribusi air yang buruk tersebut mempengaruhi kehidupan masyarakat Desa Karya Jaya dalam bidang pertanian, sosial, dan ekonomi.

Dalam subprogram Tirta Karya, Pertegas OKA membawa inovasi Aquagrid System untuk membantu 530 keluarga yang mengalami kesulitan akses air dan membantu sistem distribusi air pertanian yang belum optimal.

Dengan inovasi ini, ekosistem air berhasil optimal melalui pengelolaan distribusi air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara dalam Tani Karya, Pertagas OKA memanfaatkan lahan kritis untuk pertanian dan perkebunan demi mengatasi permasalahan petani yang minim akses. Subprogram ini juga membantu petani rentan geografis melalui penyediaan plasma pertanian seluas 2,5 hektar.

Ada juga inovasi pertanian semi organik dengan memanfaatkan limbah kotoran yang hewan desa yang tidak diolah. Langkah ini menurunkan modal pembelian pupuk kimia hingga Rp 500 ribu per ton per bulan.

Terakhir adalah sub program Niaga Karya. Niaga Karya mengatasi berbagai permasalahan seperti belum adanya pasar bagi produk lokal serta minimnya alternatif pendapatan bagi masyarakat desa.

Program ini turut menciptakan unit usaha UMKM dan menjembatani kerja sama usaha lokal, memberikan akses terhadap peningkatan kualitas produk UMKM, serta memberikan konsolidasi usaha dan pembelajaran kolektif UMKM.

Niaga Karya pun membawa dampak meningkatkan kapasitas bagi anggota kelompok UMKM dengan mencatat sebanyak 9 anggota aktif UMKM Karya Jaya. Selain itu, sebanyak 8 produk UMKM tersertifikasi halal dan terdaftar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Program Niaga Karya turut memperkuat jaringan pemasaran sehingga mendongkrak pendapatan 120 ribu per orang per bulan dan memberikan pelatihan bagi kelompok UMKM dua kali dalam tahun.

Tak hanya dampak sosial, Pertagas OKA juga melakukan Eco Inovasi untuk lingkungan berupa Piping Irrigation System for Agriculture (PISPA) 2.0. PISPA 2.0 digunakan untuk menangani permasalahan sistem irigasi petani Desa Martadinata, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, karena kekeringan lahan dan kurang efektifnya pekerjaan penyiraman yang dilakukan dengan sistem manual.

Sistem PISPA 2.0 dirancang dengan memanfaatkan model pengelolaan gas yang diterapkan pada model distribusi air, menggunakan limbah PIPA PVC yang tidak terserap perusahaan. Selain itu pada PISPA 2.0 juga memanfaatkan energi solar panel untuk implementasi energi bersih sehingga menghemat biaya operasional. 

(bul/bul)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |