Peringatan FBI, Maling M-banking Sembunyi di Tempat Charge HP

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengeluarkan peringatan terkait risiko keamanan pada penggunaan fasilitas pengisian daya ponsel gratis di area publik. Meski terlihat praktis, layanan charging station di tempat umum tersebut berpotensi menjadi sarana bagi tindakan kejahatan siber yang merugikan pengguna.

FBI menjelaskan bahwa para peretas telah menemukan cara untuk menyisipkan perangkat lunak berbahaya atau malware ke dalam fasilitas tersebut. Melalui perangkat lunak ini, pelaku dapat memperoleh akses ilegal ke berbagai perangkat elektronik, mulai dari ponsel pintar, tablet, hingga komputer jinjing.

Mengutip CNBC International, masyarakat diimbau untuk menghindari penggunaan stasiun pengisian daya gratis yang tersedia di bandara, hotel, maupun pusat perbelanjaan. Sebagai langkah pencegahan, para pengguna disarankan untuk membawa perangkat pengisi daya atau kabel USB pribadi demi menjaga keamanan data pada perangkat mereka.

"Hindari menggunakan stasiun pengisian gratis di bandara, hotel, atau pusat perbelanjaan," begitu CNBC International melansir cuitan FBI Denver, dikutip Minggu (29/3/2026).

"Penjahat telah menemukan cara untuk menggunakan port USB publik untuk memasukkan malware dan perangkat lunak pemantauan ke perangkat. Bawa pengisi daya dan kabel USB Anda sendiri dan gunakan stopkontak listrik sebagai gantinya," tambahnya.

FBI menawarkan panduan serupa di situs webnya untuk menghindari fasilitas charging umum tersebut. Namun buletin itu tidak menunjukkan contoh kerugian konsumen dari pembajakan tersebut.

Komisi Komunikasi Federal (FCC) juga telah memperingatkan tentang "juice jacking" ini sejak 2021 lalu. Pada saat itu FCC memperingatkan bahwa perangkat konsumen dengan kabel USB dapat dibajak melalui perangkat lunak yang kemudian dapat menyedot nama pengguna dan kata sandi.

"Komisi mengatakan kepada konsumen untuk menghindari fasilitas publik tersebut," tandasnya.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |