Peringatan Bahaya! Harga Emas Terjun Bebas ke Level US$ 4.000

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak anjlok seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi ini mengimbangi sentimen positif dari turunnya harga minyak di tengah kemajuan perundingan AS-Iran.

Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 4108,35 per troy ons pada perdagangan Selasa (23/6/2026), harganya ambruk 1,96%. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan 0,63% pada Senin.

Harga emas makin terjun bebas. Pada hari ini Rabu (24/6/2026) pukul 06.43 WIB, harga emas ambruk 0,6% ke US$ 4083,89 per troy ons. Ini adalah harga terendah sejak 10 Juni 2026.

Namun, perlu diingat jika emas jarang sekali menyentuh level US$ 4.000. Sebelum 10 Juni 2026, harga emas terakhir kali menyentuh level US$ 4.000 adalah pada November 2025.

Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun.

Pada perdagangan Selasa (23/6/2026), indeks dolar ditutup di 101,408 atau tertinggi sejak Mei 2025 atau 13 bulan terakhir.

Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga menekan permintaan.

"Untuk saat ini, emas dan perak tidak terlalu bereaksi terhadap situasi Timur Tengah. Pasar lebih fokus pada pesan yang disampaikan Federal Reserve pekan lalu," kata Strategis Pasar Senior StoneX, Bob Haberkorn, kepada Reuters.

Sinyal hawkish dari Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam upaya menekan inflasi telah mendorong investor meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga.

Menurut CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada Desember kini mencapai sekitar 86%, naik dari 61% sebelum rapat The Fed pekan lalu.

Meski emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia tersebut cenderung tertekan ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Dari sisi geopolitik, AS memberikan pengecualian sanksi terhadap Iran selama 60 hari setelah putaran pertama perundingan damai. Namun, ketegangan di Lebanon masih berlanjut.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pembicaraan dengan pejabat Iran di Swiss telah menciptakan fondasi yang baik menuju kesepakatan damai final. Arus kapal tanker juga mulai kembali normal melalui Selat Hormuz yang sebelumnya sempat terganggu.

Sementara itu, harga minyak Brent turun lebih dari 1% pada Selasa.

Pelaku pasar kini menanti data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang akan dirilis Kamis, sebagai petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |