Penyebab Krisis Ojol di Jakarta Jelang Lebaran, Hindari Jam-jam Ini!

5 hours ago 6
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam beberapa hari terakhir, banyak pengguna transportasi ojek online (ojol) yang mengeluh kesulitan mendapat driver untuk melakukan mobilisisasi. Linimasa media sosial dibanjiri kesaksian warga yang mengaku aktivitasnya terhambat lantaran fenomena 'krisis ojol'.

Gojek dan Grab selaku penyedia layanan ride-hailing mengungkap alasan yang menyebabkan kesulitan memesan layanan ojol.


Driver Sudah Mudik

Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan ketersediaan driver selama bulan Ramadan mengalami hambatan. Salah satunya, sebagian mitra driver, khususnya di kota-kota besar, sudah memilih mudik dan menghabiskan waktu bersama keluarga jelang akhir Ramadhan.

"Di luar hal-hal tersebut, faktor eksternal seperti cuaca hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik serta berakibat pada kepadatan lalu lintas turut mempengaruhi ketersediaan Mitra Driver. Dengan demikian, orderan pelanggan di periode ini seringkali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra," jelas Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (12/3/2026)..

Faktor cuaca akhir-akhir ini yang mengalami hujan lebat dan menyebabkan genangan di beberapa titik juga diungkap Tyas Widyastuti selaku Director of Mobility, Food, & Logistics, Grab Indonesia.

Lonjakan Permintaan dan Hujan Lebat


Ia mengatakan pada waktu dan area tertentu, pengguna mengalami waktu tunggu lebih lama dari biasanya. Hal ini terjadi karena lonjakan permintaan layanan yang cukup tinggi.

"Pada saat yang sama, ketersediaan Mitra Pengemudi juga turut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kondisi cuaca hujan ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan, serta kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi dari biasanya," kata Tyas dalam keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia.

Tyas mengatakan Grab akan terus memantau perkembangan situasi ini secara berkala dan melakukan penyesuaian operasional yang diperlukan agar layanan bagi pengguna, merchant, maupun mitra dapat kembali berjalan lebih optimal, khususnya menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri di mana permintaan layanan biasanya meningkat," kata Tyas dalam keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (12/3/2026).

Jam-jam Padat

Lebih lanjut, Bambang mengatakan ada pula perubahan pola pemesanan pada akhir Ramadan jelang Idulfitri. Terdapat lonjakan permintaan yang terkonsentrasi pada jam-jam tertentu.

Adapun jam sibuk sepanjang akhir Ramadan ini dimulai pada 15:30 WIB dan puncaknya pada 16:00-18:00 WIB. Periode ini khususnya terjadi di area bisnis pusat Jakarta.

Terkait fenomena ini, Bambang meminta pengguna bisa mengalokasikan waktu lebih untuk proses pemesanan dan rencana perjalanan. Sementara untuk driver, Gojek akan mengimplementasikan beberapa skema sebagai cara mengapresiasi mereka yang tetap melayani masyarakat saat Lebaran.

"Dari sisi mitra driver, kami akan mengimplementasikan skema tarif khusus yang berlaku di periode libur Hari Raya Idulfitri untuk meningkatkan peluang pendapatan mitra. Terdapat pula insentif atau bonus pendapatan tambahan untuk mitra driver yang telah menyelesaikan jumlah order tertentu. Langkah ini penting kami jalankan untuk mengapresiasi mitra driver yang tetap memilih melayani masyarakat di periode libur Hari Raya Idulfitri," dia menjelaskan.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |