Pemulihan Bencana di Sumatera: Pengungsi Berkurang, Sarpras Berangsur Pulih

3 hours ago 6

Jakarta -

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian memaparkan progres pemulihan pascabencana yang dinilai berjalan signifikan.

Tito menjelaskan, berbagai upaya percepatan terus dilakukan, salah satunya dengan mengerahkan banyak alat berat. Personel lintas kementerian dan lembaga, termasuk mahasiswa dan taruna sekolah kedinasan, juga dilibatkan di lapangan.

"Semua upaya dilakukan untuk percepatan pemulihan," ujar Tito, dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikannya dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.

Berdasarkan laporan harian Posko Satgas per Selasa (10/2), jumlah pengungsi di tiga wilayah terdampak yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan penurunan signifikan. Pada (2/12) jumlah pengungsi tercatat 2.178.269 orang. Kini angka tersebut berkurang menjadi 74.369 orang yang tersebar di tiga provinsi tersebut.

Tito juga menyoroti progres pembersihan lumpur yang terus berjalan. Di Aceh, dari 263 lokasi sasaran, sebanyak 156 lokasi telah selesai dibersihkan dan 107 lokasi masih dalam proses. Di Sumut, pembersihan selesai di 4 dari 11 lokasi dan sisanya masih berlangsung. Sementara Sumbar telah menuntaskan seluruh 29 lokasi sasaran.

Pada sektor pelayanan dasar, seluruh fasilitas kesehatan terdampak di tiga provinsi dilaporkan tetap berfungsi. Di Aceh, dua Puskesmas yang rusak berat tetap memberikan pelayanan di luar gedung. Ribuan fasilitas pendidikan terdampak juga terus didorong agar segera kembali beroperasi normal.

Di sektor infrastruktur, Tito mencatat pemulihan ketenagalistrikan dan telekomunikasi menunjukkan capaian positif. Sumbar telah mencapai pemulihan listrik dan jaringan internet 100 persen.

Sementara Aceh dan Sumut hampir sepenuhnya pulih, dengan sisa pelanggan dan Base Transceiver Station (BTS) yang masih dalam penanganan. Pembangunan sumur bor serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat juga dipercepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Tito menekankan pentingnya pemulihan ekonomi lokal. Aktivasi pasar rakyat terdampak bencana di ketiga provinsi telah berjalan secara fungsional, sehingga roda perekonomian masyarakat kembali bergerak. Lebih dari dua ribu rumah ibadah di Aceh, Sumut, dan Sumbar juga telah difungsikan kembali.

Terkait hunian, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut. Dari rencana 17.036 unit di tiga provinsi, sebanyak 5.489 unit telah selesai dibangun. Pembangunan hunian tetap (huntap) mulai berjalan dengan progres awal di Aceh dan Sumbar. Tito meminta percepatan proses administrasi dan teknis agar pembangunan huntap dapat segera meningkat.

Dalam penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), Tito mengingatkan pentingnya percepatan pembukaan rekening dan distribusi dana kepada masyarakat. Hingga kini, realisasi penyaluran DTH di tiga provinsi telah mencapai hampir 50 persen, dengan capaian tertinggi di Sumatera Barat.

Untuk mendukung percepatan pemulihan, personel dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), relawan, serta tenaga kesehatan telah dikerahkan ke daerah terdampak. Ribuan taruna dan mahasiswa sekolah kedinasan juga turut membantu di lapangan.

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |