Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) merekam jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 sebanyak 154,91 juta orang. Jumlah ini bertambah 1,862 juta orang dibanding Februari 2025.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan jumlah angkatan kerja ini berasal dari total penduduk usia kerja Indonesia yang mencapai 219,54 juta pada Februari 2026. Dari jumlah angkatan kerja, BPS mencatat sebanyak 147,67 juta sudah bekerja.
"Penduduk bekerja pada Februari 2026 sebanyak 147,67 juta orang, meningkat 1,896 juta orang dibandingkan Februari 2025. Lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu 42,49 juta orang atau sebesar 28,78%," ujar Amalia, dalam rilis data BPS, Selasa (5/5/2026).
Pada Februari 2026, penduduk bekerja pada kegiatan formal sebanyak 59,93 juta orang atau 40,58%, turun 0,02 persen poin dibanding Februari 2025.
"Dibandingkan Februari 2025 naik 555 ribu orang, sejalan peningkatan penduduk bekerja sebagai buruh karyawan pegawai pekerja formal naik," ujarnya.
Dari jumlah tersebut, penduduk bekerja full time atau penuh waktu mencapai 98,59 juta atau naik 2,10 juta. Adapun pekerja penuh waktu adalah mereka yang bekerja selama 35 jam per minggu.
"Pekerja penuh bertambah 2,10 juta orang...sementara jumlah pengangguran turun 940 ribu orang," kata Amalia.
(haa/haa)
Addsource on Google
















































