MPR & UII Jalin Kerja Sama Dukung Penguatan Kajian Konstitusi

5 hours ago 2

Jakarta -

Sekretariat Jenderal MPR RI dan Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan penandatanganan nota kesepahaman. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menilai kerja sama tersebut memiliki nilai strategis, terutama dalam mendukung penguatan kajian konstitusi yang tengah digiatkan MPR.

"UII memiliki fakultas yang kuat serta pusat studi konstitusi yang relevan dengan kebutuhan MPR saat ini. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas konstitusional," ujar Siti dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, kerja sama tidak hanya terbatas pada kajian akademik, tetapi juga mencakup bidang kehumasan dan pengembangan fasilitas, seperti pengelolaan perpustakaan. Menurutnya perpustakaan UII dapat menjadi rujukan bagi MPR dalam menciptakan ruang literasi yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, MPR juga membuka peluang bagi mahasiswa UII untuk mengikuti program magang di lingkungan MPR RI. Tak hanya itu, mahasiswa juga akan mendapatkan pemahaman terkait Empat Pilar MPR RI.

Siti juga menekankan pentingnya penguatan pemahaman empat pilar, khususnya di kalangan generasi muda, di tengah maraknya penggunaan media sosial.

Ia mengaku prihatin masih banyak generasi muda terutama Gen Z di ranah media sosial seperti tiktok yang belum memahami konsep dasar kebangsaan tersebut.

"Generasi Z termasuk mahasiswa adalah generasi penerus yang akan memimpin bangsa ini. Karena itu, pemahaman terhadap empat pilar harus terus diperkuat. itulah yang dilakukan MPR melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dengan berbagai metode," katanya.

Salah satu metode yang dirasa efektif, lanjutnya, adalah gelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SMA yang kini telah menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Ia berharap kerja sama dengan UII dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi model kolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya.

Sementara itu, Rektor UII Fathul Wahid menyambut baik kerja sama tersebut dan menyebutnya sebagai kehormatan bagi pihaknya.

"Kami sangat antusias karena banyak peluang kolaborasi yang terbuka, mulai dari kajian akademik hingga kesempatan magang bagi mahasiswa," ujar Fathul.

Ia berharap kerja sama ini dapat memperkuat kontribusi UII dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui sinergi dengan MPR RI.

Sebagai informasi, penandatanganan nota kesepahaman yang dirangkai dengan diskusi bertema Penyempurnaan Konstitusi Dalam Rangka Penguatan Institusionalisasi Demokrasi, diadakan di Ruang Sidang Datar, Gedung Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Siti Fauziah dan Fathul Wahid, disaksikan jajaran pejabat dari kedua institusi.


(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |