Menteri Imipas Ultimatum Jajaran Perketat Lapas: Tak Boleh Narkoba-Pungli!

6 hours ago 3

Jakarta -

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto tidak ingin peredaran narkoba hingga pungutan liar (pungli) masih terjadi di lembaga pemasyarakatan (lapas). Dia menegaskan pentingnya melakukan reset total untuk membentuk wajah baru lapas.

"Ini adalah reset button momentum fundamental yang menuntut kita bekerja dengan paradigma baru. Jangan sampai publik atau bahkan kita sendiri merasa bahwa berdirinya kementerian ini dengan segala program yang kita canangkan tidak ada perubahannya. Masih diwarnai dengan penggunaan, peredaran narkoba, penipuan yang dikendalikan dari dalam lapas dan rutan, pungli, bahkan penyiksaan yang dilakukan oleh oknum pegawai," kata Agus dalam sambutan di acara Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Tangerang, Senin (27/4/2026).

Agus menekankan pentingnya perubahan. Dia menyebutkan sudah 2.000 lebih warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan dengan sebagian besar merupakan warga binaan dengan risiko tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus ada gebrakan dan perbedaan nyata, setidaknya saat ini sudah ada 2554 WBP kita pindahkan ke Pulau Nusakambangan, di mana 83% merupakan kasus narkotika selebihnya merupakan WBP dengan tingkat risiko tinggi," ujarnya.

Agus menuturkan tak hanya warga binaan, petugas yang melanggar aturan dan malas bekerja juga dipindah ke Nusakambangan. Sebanyak 365 pegawai yang dipindah ke Nusakambangan untuk dibina.

"Tidak hanya warga binaan, pegawai yang terlibat pungutan liar, yang terbukti melanggar standar operasi dan prosedur hingga terdeteksi malas-malasan bekerja. Kita lakukan pembinaan di Nusakambangan. Sejauh ini sudah 365 pegawai mengikuti pembinaan mental dan disiplin di Pulau Nusakambangan," ucapnya.

Agus menyampaikan Kementerian Imipas juga rutin melakukan razia gabungan dan tes urine. Hal itu dilakukan untuk mencegah peredaran gelap narkoba

"Selain itu kita juga rutin melaksanakan razia gabungan dan tes urine. Ini adalah pesan keras dan komitmen mutlak kita untuk membersihkan institusi dari peredaran gelap narkotika dan barang terlarang," kata Agus.

Menurut Agus, penindakan juga harus diimbangi dengan penghargaan kepada mereka yang memiliki dedikasi untuk lembaga pemasyarakatan. Sejumlah penghargaan telah diberikan kepada lapas yang memberi pelayanan terbaik, pegawai berprestasi dan mitra kerja serta tokoh ulama yang berkontribusi nyata bagi lapas.

"Tentu saja ketegasan dalam menindak harus sejalan dengan penghormatan bagi mereka yang berdedikasi. Kita telah menyerahkan penghargaan kepada UPT lapas rutan/Bapas terbaik di bidang pelayanan dan pembinaan. Pegawai berprestasi, pengelolaan dapur sehat terbaik hingga penyelenggaraan klinik UPT terbaik," jelasnya.

"Kita juga memberikan penghargaan kepada mitra kerja dan tokoh masyarakat yang selama ini berkontribusi nyata bagi pemasyarakatan. Jadikan mereka semua sebagai tolok ukur dan teladan bagi kinerja kita ke depan," imbuhnya.

Tonton juga video "Viral Napi Keluyuran di Kendari, Menteri Imipas Beri Peringatan Keras"

(dek/fca)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |