Jakarta -
Indonesia bergabung dengan sejumlah negara dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian di Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pemerintah Indonesia menegaskan akan mengawal kemerdekaan Palestina.
"Partisipasi Indonesia seperti kita ketahui bersama di Board of Peace ini, merupakan wujud dari langkah strategis konstruktif dan juga konkret dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina dan juga dalam waktu yang dekat ini menyelesaikan konflik yang terjadi di Gaza," kata Menlu RI, Sugiono dalam keterangannya melalui akun Instagramnya, dikutip detikcom, Jumat (23/1/2025).
Sugiono menambahkan, bergabungnya Indonesia dengan Dewan Perdamaian juga sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap diplomasi Indonesia. Sugiono menyebut Indonesia sejak dulu aktif dalam isu perdamaian dunia, khususnya kondisi di Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Board of Peace sendiri berfungsi untuk mengawasi administrasi kemudian stabilisasi keamanan dan juga rekonstruksi serta rehabilitasi Gaza dan ini akan dilakukan secara bertahap. Di samping itu juga, Board of Peace adalah satu badan yang mengawasi semacam pemerintahan transisi di Palestina yang terdiri dari unsur-unsur teknokrat yang akan melakukan fungsi-fungsi administrasi di Gaza," kata dia.
Sugiono mengatakan, dalam kurun dekat perbatasan Rafah akan segera dibuka untuk jalur bantuan kemanusiaan. Ke depan, lanjut Sugiono, juga akan dibentuk International Stabilization Force dalam rangka mencapai perdamaian di Gaza.
"Sekali lagi bagi kita solusi dua negara yang real itu harus terjadi kemerdekaan Palestina serta pengakuan terhadap kedaulatan Palestina merupakan sesuatu yang selama ini terus kita perjuangkan, dan Board of Peace ini merupakan satu alternatif yang konkret saat ini yang bisa kita harapkan untuk mencapai keinginan tersebut," kata dia.
"Concern kita semua adalah bahwa piagam serta pembentukan Board of Peace ini adalah sesuatu yang fokus utamanya bagi kita merupakan bagaimana mencapai kemerdekaan dan perdamaian di Palestina," imbuhnya.
Perkenalan Dewan Perdamaian itu berlangsung dalam annual meeting di Davos, Swiss, Kamis (22/1), dipimpin oleh Donald Trump. Presiden Prabowo Subianto jadi salah satu kepala negara atau kepala pemerintahan yang hadir langsung.
(wnv/idn)
















































