Mendag Minta Produsen Guyur Banyak Migor Murah ke Pasar, Ada Apa?

1 hour ago 2

Bekasi, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta kepada para produsen minyak goreng untuk menambah produksi minyak goreng murah atau second brand agar di pasar banyak pilihan minyak goreng murah selain Minyakita.

Budi menjelaskan, hadirnya Minyakita pada awalnya sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga minyak goreng melalui skema Domestic Market Obligation (DMO), sehingga jumlah atau pasokannya sangat bergantung terhadap ekspor pengusaha kelapa sawit.


Jika ekspor turun, maka pasokan Minyakita pun ikut menipis. Kondisi inilah yang seringkali membuat kesan minyak goreng langka di pasar, padahal stok minyak merek lain melimpah.

"Minyakita awalnya hadir sebagai intervensi, namun tidak sengaja sekarang Minyakita itu menjadi indikator utama terhadap ketersediaan minyak goreng dan stabilisasi harga. Padahal jumlah Minyakita terbatas, tergantung dari ekspor kalau ekspor turun ya otomatis jumlah Minyakita juga tidak banyak," kata Budi saat memberikan keterangan pers di pabrik Mikie Oleo Nabati Industri, Kamis (5/2/2026).

Oleh karena itu, pemerintah mendorong produsen untuk menghidupkan kembali merek-merek lama mereka. Bahkan, Budi mengatakan dahulu ada sekitar 50 second brand minyak goreng yang beredar di pasar rakyat.

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat memberikan keterangan pers di pabrik Mikie Oleo Nabati Industri, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso saat memberikan keterangan pers di pabrik Mikie Oleo Nabati Industri, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Menteri Perdagangan Budi Santoso saat memberikan keterangan pers di pabrik Mikie Oleo Nabati Industri, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

"Dulu sudah banyak sebenarnya. Dulu ya, malah ada 50 merek. Jadi kita ingin minyak goreng merek lain sejenis Minyakita beredar lebih banyak lagi, tentunya dengan harga yang terjangkau," lanjutnya.

Hal dilakukan agar masyarakat tidak hanya berfokus pada Minyakita saja, tetapi juga dapat membeli produk minyak goreng lainnya yang sejenis dengan Minyakita.

"Sekarang kan kebanyakan masyarakat kita tahunya Minyakita ya, padahal minyak goreng itu jenisnya banyak, mereknya juga banyak selain Minyakita, yang sejenis ya," jelasnya.

"Jadi sebenarnya itu tujuan utama kami, juga ingin mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa jenis minyak goreng itu banyak, agar tidak terpaku pada Minyakita saja," tambahnya.

Meski nantinya akan ada banyak merek minyak goreng murah di pasar, tetapi Budi tidak akan mengatur harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng murah, tetapi ia berharap harganya tak jauh dari harga Minyakita, yang saat ini mencapai Rp 15.700 untuk satu liter.

"Harga minyak goreng second brand eggak pakai HET, tapi kita minta acuannya adalah Minyakita," ucapnya.

(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |