Komisi I DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ledakan Gudang Amunisi Madiun

3 hours ago 2

Jakarta -

Ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Komisi I DPR meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh buntut insiden yang menyebabkan satu prajurit TNI gugur.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyoroti pembentukan tim investigasi. Ia berharap investigasi yang dilakukan TNI berjalan profesional dan menjadi bahan untuk perbaikan.

"Proses tersebut perlu diberi ruang agar dapat bekerja secara objektif, profesional, dan transparan sehingga penyebab kejadian dapat diketahui secara pasti tanpa didahului spekulasi. Hasil investigasi nantinya harus menjadi dasar perbaikan yang konkret agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," kata Dave kepada wartawan, Sabtu (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia meminta ada evaluasi dari TNI terkait tata kelola penyimpanan amunisi. Ia menyebut pengamanan perlu dilakukan secara berkala.

"Oleh karena itu, evaluasi terhadap tata kelola penyimpanan, pemeriksaan, pemeliharaan, serta sistem pengamanan amunisi perlu terus dilakukan secara berkala dengan mengacu pada standar keselamatan yang berlaku," kata dia.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, meminta agar ledakan gudang amunisi di Madiun, Jawa Timur, diinvestigasi secara menyeluruh. TB ingin agar gudang penyimpanan amunisi dijauhkan dari permukiman warga.

"Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan," kata TB Hasanuddin.

Legislator PDIP ini juga meminta TNI AD memeriksa kondisi dan usia amunisi yang tersimpan. Ia menyebut hal itu berguna untuk memastikan apakah terdapat amunisi yang telah kedaluwarsa, rusak, atau mengalami penurunan kualitas.

"Seluruh faktor yang memungkinkan terjadinya ledakan harus ditelusuri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia, maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional," kata TB Hasanuddin.

Lebih lanjut, ia mendorong agar penempatan gudang amunisi yang berada terlalu dekat dengan permukiman warga bisa dievaluasi. Ia ingin hasil investigasi jadi bahan dasar evaluasi supaya kejadian serupa tak terulang.

"Apabila tidak lagi memenuhi standar jarak aman, gudang tersebut perlu dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari kawasan berpenduduk," kata TB Hasanuddin.

"Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tambahnya.

Sebelumnya, ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI gugur, empat orang mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan peristiwa itu terjadi saat personel melaksanakan pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan.

"TNI Angkatan Darat turut berduka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Gupusmu II Puspalad. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dalam tugas serta mendoakan seluruh korban yang saat ini masih menjalani perawatan agar segera diberikan kesembuhan dan dapat pulih kembali seperti sediakala," ujar Donny dalam keterangan yang diterima, Kamis (16/7/2026).

(dwr/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |