Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah tanda kiamat makin jelas terlihat. Ternyata ada lima hewan yang disebut akan bertahan lebih lama di saat bersamaan.
Tanda kiamat tersebut antara lain temperatur Bumi yang terus menembus rekor baru. Perubahan iklim berdasarkan data Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan rata-rata kenaikan suhu mencapai 1,45 derajat celcius tahun 2023 secara global dibandingkan setelah Revolusi Industri.
Angka itu juga mengalami kenaikan pada 2020, yakni kenaikan rata-rata sekitar 1,2 derajat celcius.
Selain itu ada juga bencana alam, misalnya gempa Megathrust yang terjadi di Jepang dan telah diwanti-wanti tinggal menunggu waktu oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Di sisi lain, sejumlah hewan diprediksi dapat bertahan lama di tengah kondisi ini. Berikut rangkumannya dari Insider:
Beruang Air
Beruang air diprediksi terhindar dari kepunahan dan bertahan hingga 6 miliar tahun ke depan. Hewan ini disebut pula dapat tetap hidup saat Bumi dihantam asteroid.
Alasannya mereka dapat hidup di dalam lubang vulkanik yang berada di dasar lautan. Beruang Air juga dapat bertahan tanmpa makanan dan air hingga 30 tahun.
Selain itu, Beruang air bisa bertahan dalam suhu ekstrem dan paparan radiasi. Tak hanya itu, penelitian dari National Geographic menyebutkan Beruang Air bisa hidup di luar angkasa.
Semut
Hewan-hewan kecil ini juga bisa bertahan di tengah gempuran tanda-tanda kiamat. Menurut New York Post, para ilmuwan membuktikan semut bisa menyadari adanya penyakit menular dalam anggota mereka dan tak segan membunuh salah satu dari mereka yang terinfeksi.
Semut dapat bertahan pula di hampir semua iklim termasuk Gurun Sahara, dan spesies semut air yang hidup di laut.
Ikan Lumpur
Hewan lainnya adalah ikan lumpur atau mummichog ini. National Geographic menemukan hewan dengan sebutan ikan pembunuh bisa beradaptasi di sungai yang sangat beracun.
Ikan lumpur juga mudah beradaptasi, dapat hidup di air tawan dan air asin serta kendali penuh pada genomnya. Begitu juga dapat menghidupkan dan mematikan gen, bergantung pada lingkungannya.
Kalajengking
Kalajengking juga dapat bertahan di segala kondisi dari gurun, hutan, bahkan pegunungan. National Geographic menjelaskan para peneliti pernah membekukan kalajengking semalaman dan hewan itu bisa bertahan dengan baik.
Kalajengking dapat memperlambat laju metabolismenya, jadi dapat bertahan hidup dengan makan serangga selama satu tahun penuh.
Kecoa
Hewan yang dianggap menjijikan ini juga daoat bertahan dalam segala kondisi. Kecoa mengembangkan resistensi pada beberapa jenis insektisida, serta memiliki kekebalan luar biasa dan dapat tumbuh dengan panjang hingga 2-inci.
Salah satu contoh kekuatan bertahan hidup kecoa adalah saat peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Kecoa dilaporkan masih bisa berkeliaran di sekitar reruntuhan.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































