Kenapa Ada Pasangan Sulit Punya Anak Laki-Laki? Ini Kata Ahli Harvard

4 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama ini masyarakat umum meyakini bahwa penentuan jenis kelamin bayi adalah proses yang acak, layaknya melempar koin dengan peluang 50:50 antara laki-laki dan perempuan. Namun, sebuah penelitian terbaru dari para ahli Harvard T.H. Chan School of Public Health mematahkan anggapan tersebut.

Studi yang dipublikasikan pada Juli 2025 di jurnal Science Advances ini mengungkap bahwa ada "bias biologis" yang membuat beberapa keluarga memiliki kecenderungan kuat untuk melahirkan anak dengan jenis kelamin yang sama secara beruntun.

Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 146.000 kehamilan yang melibatkan 58.000 ibu di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah keluarga yang memiliki anak semua laki-laki atau semua perempuan ternyata jauh lebih tinggi daripada perhitungan probabilitas acak.

"Jika Anda sudah punya dua atau tiga anak perempuan dan berharap mendapat anak laki-laki, ketahuilah bahwa peluangnya bukan 50:50. Anda justru lebih mungki mendapat anak perempuan lagi," ungkap Jorge Chavarro, Profesor Nutrisi dan Epidemiologi sekaligus penulis senior studi tersebut.

Faktor pengaruh kelamin anak

Ada tiga faktor utama yang ditemukan berkaitan erat dengan pola jenis kelamin anak dalam sebuah keluarga:

1. Usia ibu

Usia ibu saat mulai memiliki anak memegang peranan penting. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mulai hamil di usia di atas 28 tahun memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk memiliki anak dengan jenis kelamin yang seragam. Para ahli menduga hal ini berkaitan dengan perubahan biologis yang terjadi pada tubuh wanita seiring bertambahnya usia.

2. Jumlah anak

Makin banyak jumlah anak yang dimiliki, semakin tinggi pula peluang keluarga tersebut memiliki anak dengan jenis kelamin yang sama. Data menunjukkan ibu dengan tiga anak atau lebih memiliki kecenderungan ini lebih besar dibandingkan keluarga kecil.

3. Faktor genetik

Ini adalah temuan paling menarik. Beberapa varian gen diidentifikasi terkait langsung dengan jenis kelamin anak, antara lain:

  • NSUN6: Gen yang dikaitkan dengan kecenderungan memiliki anak perempuan.
  • TSHZ1: Gen yang dikaitkan dengan kecenderungan memiliki anak laki-laki.
  • CYP2U1: Gen lain yang juga ditemukan memiliki pengaruh serupa.

"Meskipun kami belum tahu secara pasti mekanisme bagaimana gen-gen ini bekerja, namun kaitannya sangat jelas dan membuka pertanyaan baru dalam dunia ilmu pengetahuan," tambah Chavarro.

4. Faktor Lainnya

Selain faktor biologis, peneliti juga sempat meneliti apakah faktor perilaku (seperti pasangan yang terus mencoba punya anak sampai mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan) berpengaruh. Namun, setelah data diolah ulang dengan tidak memasukkan faktor tersebut, pola kecenderungan jenis kelamin ini tetap ditemukan.

Meski hasilnya signifikan, tim peneliti mengakui adanya keterbatasan. Sampel penelitian didominasi oleh wanita kulit putih (sekitar 95%) yang tinggal di Amerika Serikat.

Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih beragam untuk melihat apakah pola ini juga berlaku di berbagai budaya dan negara lain. Ke depannya, penelitian lebih dalam juga diperlukan terkait pengaruh gaya hidup, nutrisi, dan paparan bahan kimia lingkungan terhadap penentuan jenis kelamin manusia.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |