Jakarta, CNBC Indonesia-Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mensiagakan dana sebesar Rp100 triliun untuk ditempatkan ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mendorong kredit.
"Di samping itu ada Rp 100 triliun sebagai standby incase diperlukan dan memang perbankan memerlukan likuiditas menyalurkan kredit," kata Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam konferensi pers di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (29/6/2026)
Dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) bernilai lebih dari Rp400 triliun kini berada di Bank Indonesia (BI). Sebelumnya pemerintah ingin menempatkan seluruhnya kembali ke perbankan, namun berubah setelah rapat pembahasan sinergi fiskal moneter yang dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco.
Dana yang ditempatkan kembali adalah Rp281 triliun. Sementara itu sebesar Rp100 triliun disiagakan, jika perbankan butuh maka langsung dikirim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dari Bank Indonesia.
Dalam koordinasi dengan perbankan, Juda menyampaikan bahwa permintaan kredit terus meningkat sehingga butuh dana dalam jumlah besar. Hingga Mei pertumbuhan kredit 11,5% dan diharapkan tetap tinggi sampai akhir tahun.
"Karena info perbankan, permintaan kredit masih cukup tinggi tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank menyalurkan kredit," pungkasnya.
(mij/mij)
Addsource on Google

















































