IKN Tak Terduga Setara Negara Maju karena Punya Ini

9 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan Ibu Kota Nusantara terus menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada infrastruktur bawah tanah yang menjadi tulang punggung utilitas kota masa depan. Salah satu proyek yang kini menjadi sorotan adalah jaringan Multi Utility Tunnel (MUT) yang dirancang untuk menopang kebutuhan utilitas modern secara terintegrasi.

"Terowongan Multi Utility Tunnel (MUT) MUT, total panjang MUT yang sudah terbangun adalah 72,6 km," kata Plt Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis H Sumadilaga kepada CNBC Indonesia, melalui pesan singkat Minggu (12/4/2026).

Keberadaan terowongan ini menjadi elemen penting dalam konsep kota pintar yang diusung Ibu Kota Nusantara. Dengan sistem bawah tanah, berbagai jaringan utilitas dapat dikelola lebih rapi tanpa mengganggu estetika kota.

Danis menjelaskan bahwa MUT tidak hanya sekadar terowongan biasa, tetapi dirancang untuk mendukung efisiensi distribusi layanan.

"⁠Jaringan MUT berada dibawah trotoar jalan untuk melayani kebutuhan utilitas bangunan gedung dan kawasan di sepanjang jalan tersebut," kata Danis.

Pembangunan jaringan ini juga difokuskan pada kawasan inti pemerintahan yang menjadi pusat aktivitas negara ke depan. Proyek tersebut menjadi bagian dari prioritas pembangunan tahap awal.

Ia menambahkan bahwa target penyelesaian terus dikejar sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Sejumlah petugas memantau jaringan yang terpasang di terowongan beton bawah tanah Multi Utility Tunnel (MUT) di Ibu Kota Nusantara (IKN). (Dok. Humas Otorita IKN)Foto: Sejumlah petugas memantau jaringan yang terpasang di terowongan beton bawah tanah Multi Utility Tunnel (MUT) di Ibu Kota Nusantara (IKN). (Dok. Humas Otorita IKN)
Sejumlah petugas memantau jaringan yang terpasang di terowongan beton bawah tanah Multi Utility Tunnel (MUT) di Ibu Kota Nusantara (IKN). (Dok. Humas Otorita IKN)

"⁠MUT di kawasan inti pusat pemerintahan yang dibangun melalui APBN ditargetkan selesai pada Tahun 2028," ujar Danis.

Selain infrastruktur bawah tanah, pembangunan kawasan pemerintahan juga masih berjalan bertahap. Sejumlah kompleks penting mulai dari legislatif hingga yudikatif kini tengah dikerjakan.

Danis memaparkan bahwa progresnya masih berada di tahap awal, seiring dengan skala proyek yang besar dan kompleks.

"Infrastruktur yang tengah dibangun adalah: Gedung dan kawasan perkantoran lembaga legislatif, yudikatif dan infrastruktur pendukungnya rata-rata progres 3,6%," kata Danis.

Dengan kombinasi pembangunan di atas dan bawah tanah, IKN diarahkan menjadi kota yang tidak hanya modern secara tampilan, tetapi juga efisien dalam sistem infrastruktur. Pemerintah pun menargetkan seluruh elemen ini dapat terintegrasi sebelum kawasan inti benar-benar beroperasi penuh.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |