HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Hentikan Perang Timur Tengah

4 hours ago 2

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mendorong penguatan diplomasi untuk menghentikan perang. Hal itu bertujuan untuk menciptakan perdamaian menjelang penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M.

Hal tersebut diungkapkan olehnya saat halal bil halal bersama Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia H.E. Faisal Abdullah Amody di Jakarta, Rabu (15/6/2026). Turut hadir Ketua MPR, Pimpinan Fraksi PKB & PKS di DPR.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada ekonomi global maupun penyelenggaraan Ibadah Haji, baik dari sisi keamanan maupun pembiayaan, khususnya sektor penerbangan akibat kenaikan harga avtur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di depan para hadirin, HNW mengatakan bahwa Ibadah Haji harusnya bisa menjadi momentum hentikan perang, hadirkan perdamaian bagi umat Islam dan masyarakat dunia. Menurutnya, bila bisa terwujud perdamaian itu bisa bersifat permanen dengan menghentikan perang secara keseluruhannya.

"Saya kembali menyampaikan pendapat yg pernah saya sampaikan saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Haji dan Umrah serta harapan dan dukungan kepada Duta Besar Saudi Arabia agar penyelenggaraan Ibadah Haji dapat menjadi momentum menghentikan perang dengan segala dampak negatifnya, serta menghadirkan perdamaian, selain di kawasan Haramain (Mekah dan Madinah/Arab Saudi)," kata HNW dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).

"Tetapi juga di seluruh jalur perjalanan jamaah dari negara masing-masing seperti dari Iran, Amerika Serikat dan lain-lain negara yang juga terlibat dalam perang, menuju Arab Saudi. Agar seluruh proses menuju dan melaksanakan Ibadah Haji berlangsung aman, kondusif yang akan memungkinkan jamaah beribadah dengan tenang dan khusyuk. Doa-doa mereka untuk perdamaian, keadilan dan kesejahteraan masyarakat global dapat diwujudkan," ujar Hidayat.

Maka dalam pertemuan tersebut, HNW menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat dalam perang khususnya Amerika Serikat, Israel, dan Iran untuk menghentikan perang dengan segala eskalasi negatifnya yang berdampak luas terhadap stabilitas global. Hal itu termasuk termasuk terhadap penyelenggaraan Ibadah Haji yang melibatkan umat Islam dari seluruh dunia termasuk dari AS dan Iran sendiri.

Menurutnya, dampak perang yang destruktif mengecam berbagai serangan militer yang menyasar fasilitas sipil dan non-militer, baik yang terjadi di Iran maupun di wilayah Arab Saudi karena bertentangan dengan prinsip hukum internasional.

"Sudah lama saya menolak serangan militer ke sasaran non-militer, fasilitas umum seperti sekolah atau rumah sakit di Iran, maupun serangan terhadap fasilitas vital di Saudi Arabia seperti Aramco. Karena itu jelas melanggar hukum internasional dan membahayakan stabilitas kawasan yang bisa berdampak pada krisis ekonomi global," ungkapnya.

HNW juga menyambut positif berbagai inisiatif penghentian perang AS & Israel vs Iran untuk hadirkan perdamaian di kawasan seperti upaya yang dilakukan Pakistan. Tapi HNW mengusulkan agar benar-bener bisa hentikan perang dan hadirkan perdamaian, maka prakarsa tersebut perlu diperluas agar komprehensif dan memenuhi adil aspek keadilan.

"Prakarsa penghentian perang Pakistan itu, agar dapat dengan keadilan hadirkan perdamaian, maka spektrumnya perlu diperluas agar mencakup seluruh kawasan, tidak hanya mencakup AS-Iran dengan memasukkan Libanon, tetapi juga penghentian perang dan hadirnya perdamaian bagi Palestina dan negara-negara Teluk," ungkapnya.

"Sehingga dapat menghadirkan keadilan dan mewujudkan perdamaian secara menyeluruh. Apalagi sudah ada komunikasi intensif antara Menlu Iran dan Menlu Saudi Arabia, serta sudah ditandatanganinya akta kerja sama strategis antara Pakistan dengan Saudi Arabia dan lain-lain," sambungnya.

Dia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah jamaah Haji terbesar sebanyak 221 ribu jamaah memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas kawasan, dengan berhentinya segala bentuk perang dan serangan militer. Hal itu bertujuan agar diplomasi pelaksanaan Haji untuk perdamaian juga mestinya menjadi bagian penting dari upaya Indonesia dan Saudi Arabia untuk menyukseskan penyelenggaraan Haji tahun 2026 ini.

Selain itu, HNW bersama para ulama dan tokoh yang hadir juga menyampaikan apresiasi atas penegasan Dubes Saudi terkait jaminan keamanan dan terselenggaranya Ibadah Haji tahun 2026 ini. Mereka juga menyambut baik kinerja positif Kerajaan Arab Saudi dalam melayani dan menjaga Haramain asy-Syarifain (Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madina) yang sangat terkait dengan prosesi Ibadah Haji yang secara tradisi akan diikuti oleh jemaah haji.

HNW juga mengingatkan nasib Masjid Al-Aqsha yang masih dalam penguasaan Israel. Dia pun meminta agar Arab Saudi yang lebih aktif dan efektif untuk menyelamatkan dan membebaskan Masjid Al-Aqsha dari penguasaan Israel. Diharapkan Arab Saudi terdepan secara efektif membela/menyelamatkan Masjid Al-Aqsa kiblat pertama umat Islam dan Masjid Al-Haram yang akan menambah kemuliaan.

"Karena itu, semuanya berharap agar semua pihak dapat mengedepankan kemaslahatan kemanusiaan dengan menghentikan perang. Menghadirkan perdamaian dengan menurunkan eskalasi konflik agar terjadi stabilitas di kawasan yang akan berdampak positif bagi keselamatan dari dari dampak krisis ekonomi maupun politik," tuturnya.

"Juga untuk memastikan penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2026 dapat berjalan dengan baik aman dan damai, dengan biaya yang tidak melonjak. Dan dengan demikian umat Islam sedunia termasuk yang berasal dari AS maupin Iran dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman, damai, dan khusyuk. Berhentinya perang dan hadirnya perdamaian berdasarkan keadilan global termasuk dapat dibebaskannya Masjid Al-Aqsha, maka pelaksanaan haji 2026 malah benar-benar bisa menjadi momentum penting hadirkan kerjasama global dan bersatunya umat Islam di tingkat dunia yang hanya akan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia," pungkas Hidayat.

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |